Pertamina Pastikan Stok dan Pasokan LPG di Bali Aman

Selasa, 24 Oktober 2017 : 17.33
ilustrasi/net
DENPASAR - Pertamina Marketing Operation Region V JatimBalinus memastikan ketersiadaan atau stok dan pasokan LPG di Pulau Bali dalam kondisi normal dan aman menjelang datangnya libur Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Area Manager Communication & Relations JatimBalinus, Rifky Rakhman Yusuf menjelaskan, hal ini didukung dengan penambahan pasokan LPG 3 Kg untuk menyambut perayaan hari besar keagamaan yang jatuh mulai 1 November 2017.

Pihaknya telah mengantisipasi peningkatan konsumsi Elpiji 3 Kg menyambut hari Raya Galungan dengan penambahan pasokan Elpiji 3 Kg pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2017 dengan total 177.680 tabung Elpiji 3 Kg atau sebesar 533,04 Metrik Ton untuk seluruh wilayah Bali.

Sedangkan realisasi harian penyaluran Elpiji 3 Kg untuk wilayah Bali yaknisebanyak 206.685 tabung Elpiji 3 Kg setiap harinya, atau setara dengan 620.05 Metrik Ton. Dengan demikian, ada penambahan sekitar 85% dari rata-rata penyaluran harian Elpiji 3 Kg di wilayah Bali.

Adanya tambahan penyaluran ini diharapkan agar masyarakat bisa merayakan hari Raya Galungan dengan tenang tanpa memikirkan terjadi kekosongan dan kenaikan harga Elpiji.

"Kami harapkan masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir sebab stok Elpiji di seluruh wilayah Bali tersedia dengan baik," ujar Rifky dalam siaran persnya diterima Kabarnusa.com, Senin (23/10/2017).

Terkait kondisi Gunung Agung yang masih berstatus Awas, Rifky mengungkapkan, Pertamina telah menyiapkan langkah-langkah preventif dalam proses distribusi baik BBM maupun LPG jika terjadi erupsi Gunung Agung.

Langkah dimaksud dengan mengatur pengalihan supply point untuk konsumen dan lembaga penyalur dari TBBM Manggis ke TBBM Sanggaran maupun dari Surabaya.

"Termasuk dalam kondisi emergency dapat dilakukan pengalihan supply point dari Tanjung Wangi langsung ke konsumen atau lembaga penyalur melalui mobil tangki dengan kapal ferry," demikian Rifky. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi