Perekaman Akta Kelahiran Disdukcapil Tabanan Terbaik di Bali

Jumat, 27 Oktober 2017 : 13.15
Pengurusan akta kelahiran di Disdukcapil Tabanan, selesai dalam waktu sekitar 30 menit
TABANAN - Kementerian Dalam negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan yang telah melakukan perekaman akta kelahiran terbaik di Bali yang mencapai cakupan 90 persen.

Sementara kabupaten lainnya cakupannya masih di bawah 90 persen. Kepala Disdukcapil Kabupaten Tabanan, I Gusti Agung Rai Dwipayana saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.

"Iya, hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri saat Bimtek di Bapelitbang Provinsi Bali bebebrapa waktu yang lalu," katanya saat ditemui Kabarnusa.com di ruang kerjanya, Jum'at (27/10/2017) siang.

Menurut Agung Dwipayana, pada Bimtek tersebut disampaikan cakupan kepemilikan akta kelahiran di Provinsi Bali per 1 Oktober 2017, Kabupaten Tabanan cakupannya mencapai 90 persen, tertinggi di Bali.

Pada posisi kedua Kabupaten Buleleng yang cakupan kepemilikan akte kelahiran mencapai 89,12 persen, berikutnya kabupaten Klungkung 83,75 persen dan Kabupaten Gianyar 80,92 persen.

Kabupaten lainnya, cakupan kepemilikan akte kelahiran masih di bawah 80 persen. Masing-masing adalah Kodya Denpasar 79,78 persen, Badung 79,65 persen, Jembrana 78,4 persen, Bangli 76,84 persen dan Karangasem 72,01 persen.

Terkait apresiasi yang diberikan Kemendagri tersebut, menurut Agung Dwipayana akan dijadikan pemicu semangat jajaran Disdukcapil Tabanan agar bisa bekerja lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kependudukan kepada warga masyarakat.

"Perekaman akta kelahiran di Kabupaten Tabanan mencapai 90 persen, sedangkan untuk perekaman E-KTP di Kabupaten Tabanan sampai September lalu sudah 98 persen, akhir Desember target 100 persen mudah-mudahan tercapai," katanya.

Agung Dwipayana mengakui, bila warga yang sudah melakukan prekaman E-KTP belum semuanya bisa tercetak  karena adanya sejumlah kendala. Baik itu jumlah droping keping E-KTP yang kurang dari pusat, masalah jaringan internet dan server di pusat serta beberapa kendala teknis lainnya.

"Mudah-mudahan kendala yang ada tersebut bisa segera teratasi sehingga warga yang telah melakukan perekaman E-KTP bisa semuanya E-KTP-nya tercetak.," katanya berharap. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi