MUI Pusat Gelar Safari Dakwah di Tabanan

Minggu, 22 Oktober 2017 : 09.36
Dr. KH Fahmi Salim Zubair, LC, MA saat memberikan tausiahnya kepada jamaah Muhammadiyah di Gedung Dakwah Tabanan
TABANAN - Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. KH Fahmi Salim Zubair, LC, MA digandeng Rumah Tahfidz Tabanan, menggelar safari dakwah di Kabupaten Tabanan, Bali, sejak Kamis (19/10/2017) - Minggu (21/10/2017)

Fahmi Salim, doktor alumni Universitas Al Azhar Mesir bidang Tafsir dan Ilmu Al Qur'an ini menggelar dakwah memberikan tausiahnya di Rumah Tahfidz Tabanan, Kamis (19/10/2017), menjadi khatib Jum'at di Masjid Al Muhajirin Perumnas Bukit Sanggulan Indah (BSI), Jum'at (20/10/2017) siang.

Dari Masjid Al Muhajirin, Fahmi Salim yang juga Dosen Fakultas Agama Islam UHAMKA Jakarta dan Sekretaris Departemen Hukum dan Wakaf Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini juga sempat memberikan tausiah kepada jamaah di Masjid Agung Tabanan, Jum'at (20/10/2017) malam.

Selain itu, Peneliti di Institute for The Study of Islamic Thought & Civilization (INSISTS) Jakarta dan juga Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini juga memberikan tausiahnya kepada jamaah dan simpatisan Muhammadiyah di Gedung Dakwah Tabanan, Sabtu (21/10/2017) malam.

Usai berdakwah di Gedung Dakwah, Fahmi Salim yang juga penulis buku "Tadabbur Qur'an di Akhir Zaman; Membumikan Kalam Ilahi di Zaman Tak Bertepi" ini, kembali ke Masjid Al Muhajirin Perumnas BSI untuk memberikan kuliah subuh, Minggu (22/10/2017)

Saat memberikan tausiah di Gedung Dakwah yang mengusung thema "Hidup Indah dengan Al Qur'an", Fahmi Salim mengajak kepada para jamaah untuk bisa memedomani, menghayati sekaligus mengamalkan ayat-ayat di dalam Al Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Fahmi Salim saat memberikan tausiah pada kuliah subuh di Masjid Al Muhajirin Perumnas BSI
Sementara saat memberikan kuliah subuh di Masjid Al Muhajirin Perumnas BSI yang mengusung thema "Ukhuwah Islamiyah", Fahmi Salim mengajak umat Islam untuk bersatu mengesampingkan perbedaan yang ada.

"Islam itu ibarat rumah besar yang terdiri dari banyak kamar. Masing-masing kamar dihuni oleh orang-orang yang berbeda mahzab, organisasi dan latar belakangnya. Tapi semuanya itu tetap dalam satu kelurga," katanya mengibaratkan.

Terkait hal itu, suami dari Ummu Rusyda dan ayah dari Zhavira dan Kayyesh ini aktif sebagai dai ini mengajak umat Islam jangan saling mencari perbedaanya, menjelek-jelekkan dan mengatakan sesat kelompok lainnya.

"Sepanjang Rukun Islamnya dan Rukun Imannya masih sama, mereka tidak bisa dikatakan sesat dan menyesatkan. Mereka tetap saudara kita dalam Islam," pungkasnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi