Komunitas KNB Salurkan Bantuan dan Hibur Pengungsi Gunung Agung

Senin, 02 Oktober 2017 : 21.09
KARANGASEM - Sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap nasib warga karangasem yang saat ini mengungsi Komunitas Ketimbang Ngemis Bali (KNB) menyerahkan bantuan ke salah satu posko yaitu di Kantor Perbekel (Kepala Desa) Desa Timbrah Jalan Raya Timbrah, Minggu (1/10/2017).

Saat ini, puluhan ribu warga Kabupaten Karangasem, Bali sudah mengungsi sejak ditetapkannya status Gunung Agung menjadi level awas.

Sebagian warga mengungsi keluar Kabupaten Karangasem, sebagian lagi mengungsi di tanah lapang bahkan ada yang mengungsi ke kantor kepala desa yang ada di zona aman Kabupaten Karangasem.

Bantuan dibawa Komunitas Ketimbang Ngemis Bali diantaranya Beras, Minyak Goreng, Ubi, Aneka Buah-Buahan, Bubur Bayi, Minyak Telon, Sabun, Aneka Sayur-Sayuran, Popok Bayi, Pembalut Wanita, Selimut, Perlengkapan MCK, Susu, Baju Layak Pakai, dan Mainan Anak.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Muhammad Imran Syaban selaku Koordinator Kegiatan kepada Kepala Perbekel Desa Timbrah yakni Ibu I Gusti Ayu Biksuni,SH. Di Desa Timbrah terdapat 3 posko salah satu posko utamanya di Kantor Perbekel Desa Timbrah.

Tercatat 1220 pengungsi yang terbagi dalam 3 posko. Selain menginap di Kantor Perbekel, para pengungsi juga menginap di Bale Banjar yang telah disulap menjadi posko darurat. Dalam sambutannya Ibu I Gusti Ayu Biksuni,SH mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

"Terimakasih untuk adek-adek dari Komunitas Ketimbang Ngemis Bali yang jauh-jauh datang untuk membantu saudara-saudara di Karangasem yang saat ini harus meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi hingga level Gunung Agung menjadi normal, Semoga kebikan adik-adik dibalas karma kebaikan oleh Tuhan YME," ungkapnya.

Secara simbolis bantuan diserahterimakan Muhammad Imran Syaban kepada Ibu I Gusti Ayu Biksuni, dihadapan pra pengungsi yang telah berkumpul di pelataran halaman Kantor Perbekel Desa Timbrah

Sebagian pengungsi di Desa Timbrah juga terdapat banyak-anak-anak balita dan usia sekolah yang mengingsi. Komunitas Ketimbang Ngemis Bali tak sekedar memberikan bantuan berupa barang tetapi juga ingin sisi psikologis anak-anak yang mengungsi tetap ceria dan tidak merasa berada dipengungsian.

Di Aula Banjar Desa Timbrah, anak-anal diajak untuk melakukan tarian dengan music “Baby Shark” sambil dipandu para pengurus Ketimbang Ngemis Bali. Beberapa anak awalnya malu-malu mengikuti gerakan yang telah dibuat, namun pada akhirnya bisa mengikuti gerakan yang diajarkan.

Kak Ridho dari Komunitas Kampung Dongeng, juga memberikan dongeng yang berjudul “Kejujuran Ani”.

Kak Ridho sengaja datang dari Jakarta untuk mengembalikan psikologis anak-anak di posko pengungsian agar bisa kembali tersenyum. Dongeng yang dibawakan oleh Kak Ridho kembali mencuri perhatian para anak-anak pengungsi.

Seluruh anak-anak tertawa terpingkal-pingkal oleh dongen yang sangat atraktif dibawakan oleh Kak Ridho hingga usai.

Ada juga kegiatan mewarnai pemandangan alam dan tokoh-tokoh kartu dengan menggunakan crayon untuk melatih kreatifitas anak-anak. Hadiah untuk para pemenang lomba mewarnai dipersiapkan dengan kado yang dihias semenarik mungkin.

Para orangtua dari anak-anak yang mengungsi turut menemani disamping mereka. Beberapa juga ada yang duduk disisi bale banjar sambil mengempu bayi mereka.

Games yang paling seru adalah memasukkan paku ke dalam botol air mineral. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing perwakilan kelompok akan maju, sisanya memberikan teriakan yel-yel penyemangat.

Keriuhan memecah keheningan Bale Banjar yang siang itu nampak lengang. Made Aditya salah seorang anak pengungsi yang mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Ketimbang Ngemis Bali mengaku senang bisa datang kesana. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi