Ini Curhatan Bupati Eka Kepada Mantan Wartawan yang Jadi Kades Kukuh

Selasa, 17 Oktober 2017 : 21.46
Bupati Tabanan Eka Wiryastuti bertemu Kades Kukuh Made Sugianto
TABANAN - Pertemuan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Kepala Desa Kukuh Made Sugianto selain membahas soal kedinasan juga menjadi ajang curhat diantara mereka.

Maklum, Sugianto sebelumnya seorang wartawan yang kerap mewancarai Bupati Eka, kini dia menjadi pembantu atau perpanjangan tangan bidang pemerintahan sang bupati dengan masyarakat.

Kepada Sugianto, Bupati Eka menegaskan dalam memimpin intinya Cuma satu, banyak berdoa kehadapan Beliau (Tuhan). Selama memohon perlindungan dari Beliau, niscaya suatu beban akan menjadi sebuah pembelajaran untuk menjadi lebih kuat.

Sekarang kuncinya adalah banyak berdoa, kan kemudahan itu lahirnya dari Beliau. Kata Eka, biar orang yang ngamuk atau demo mengancam diri kita, namun kita hadapi saja, cuek aja.

"Jangan dijadikan beban. Artinya setiap ada beban adalah ujian untuk kita lebih cerdas, untuk kita lebih kuat dan kita harus melihatnya dari sisi yang positif. Jangan liat semua itu negatif," tutur Srikandi PDIP Tabanan itu.

Setiap orang pasti memiliki anggapan yang berbeda. Jelek bagi orang lain, belum tentu jelek bagi kita. Dibalik semua itu dikatakannya ada banyak pembelajaran yang positif.

Setiap ada apapun, kata Eka, dianggapan manusia normal itu adalah jelek, belum tentu itu jelek bagi diri kita. Tapi dibalik itu kalau dibedah lagi. Banyak pembelajaran positif yang bisa membuat kita lebih kuat, lebih cerdas, lebih pinter.

"Contoh Aku, dizolimin kayak apa dulu waktu pertama-kali sebagai bupati. Buktinya survey-Ku naik, rating-Ku naik, itu karena apa? Karena dizolimi terus," selorohnya.

Sekarang, rakyat sudah cerdas, sudah pinter dan pastinya sudah pada mikir. Jangan pernah pedulikan omongan orang. Dirinya berpesan agar selalu menunjukkan kinerja yang baik di dalam memerintah.

Rakyat itu sudah cerdas. Rakyat itu sudah pinter. Rakyat itu mikir. Disamping itu Eka juga kenal, lebih terkenal. Biarin saja orang ngomong apa terserah. Jadi ambil sisi positifnya, jadi yakin bahwa diri kita mampu dan bisa. Jangan menganggap itu berat, habis itu membuat kita down, terus enggak mau melangkah.

"Itu Salah. Justru kebalikkannya, semakin itu besar semakin itu artinya kita akan mendapatkan anugerah yang besar, dampak yang besar. Seperti itu," ucap Eka penuh semangat.

Mendengar wejangan Bupati Eka, Sugianto menuturkan pengalaman pertamanya sebagai pemimpin. Dirinya merasa saat ini sebagai orang yang sangat diperlukan dan merasa menjadi orang yang berguna dalam masyarakat.

"Saya merasa jadi orang yang diperlukan, jadi orang yang dibutuhkan, jadi orang yang digantungkan. Ya baru seperti itu yang saya rasakan saat ini," jelasnya dengan senyum ramah khasnya.

Beruntungnya, apa yang dia lakukan selama ini, permintaannya ke kabupaten selalu terpenuhi. Dan untuk melakukan sinergi dengan masyarakat sesuai dengan visi misi Kabupaten Tabanan.

"Saya selalu bikin respon cepat, artinya sinergi Pemerintahan Kabupaten sampai ke Desa itu terwujud," lanjut pria asal Lodalang, Kukuh ini.

Dalam kesempatan itu, Sugianto menyampaikan tujuan utamanya bertemu dengan Bupati Eka. Dia menjelaskan kedatangannya dengan mengajak panitia acara dan tokoh pemuda agar mereka lebih termotivasi dan bisa tertular energy positif Bupati Tabanan.

Dirinya menyampaikan tujuan kedatangannya bersama klian banjar Lodalang selaku panitia dan mengajak anak-anak muda agar mereka termotivasi dengan energy positif Bupati Eka.

"Sekaligus biar mereka senang. Kami laporkan tanggal 27 oktober kami menggelar Karya Pedudusan Alit, Pengratep, Mupuk Pedagingan, Pemelaspas lan Pujawali Ida Ratu Gede Alit ring Pura Luhur Gonjeng," jelasnya sembari berharap Bupati Eka bisa hadir di acara tersebut. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi