Bergaya Tenteng AK-47 di FB, Pria Ini Ditangkap Tim Jatanras

Selasa, 17 Oktober 2017 : 17.27
Barang bukti dari tangan tersangka Ketut SW yang diamankan polisi
DENPASAR - Seorang pria berinisial Ketut S W (37) diamankan tim Unit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali setelah diketahui menenteng senjata air soft guns laras panjang jenis atau model AK-47 lengkap dengan magazen, tombak, pedang dan pisau lipat komando di jejaring sosial facebook (FB).

Polisi bergerak mencari SW setelah mendapat informasi masyarakat bahwa ada seseorang dengan akun bernama Wibawa Bawa memposting foto di facebook yang diduga memperlihatkan senpi laras panjang.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menelusuri pemilik akun tersebut hingga terlacak di seputaran di Jalan Taman Giri, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung pada, Jumat (13/10/2017) pukul 15.30 Wita.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Bali AKBP I Made Sinar Subawa menjelaskan, dari tangan SW yang telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi mendapatkan barang bukti berupa senjata air soft guns laras panjang jenis atau model AK-47 lengkap dengan magazen, tombak, pedang dan pisau lipat komando.

"Saat kami geledah di Jalan Taman Giri, terdapat pisau lipat komando disimpan di dalam tas slempang yang dibawanya," jelas alumnus Akpol 2000 itu dalam keterangan resminya, Senin (17/10/2017).

Petugas kemudian melakukan penggeledahan mendapati barang bukti lainnya berupa tombak dan pedang. Dari interogasi, tersangka SW mengaku sengaja berfoto dengan menggunakan senjata yang menyamai AK-47 itu, hanya untuk main-main dan diunggah ke facebook

Senjata itu didapat dari meminjam dari teman tetangganya bernama Leong. Setelah dihubungi lewat telefone akhirnya Leong datang ke rumah tersangka dengan membawa senjata air soft guns dimaksud.

Dijelaskan Subawa, tersangka SW ditahan di Rutan Polda Bali bukan karena kepemilikan air soft guns yang mirip AK-47 itu. Akan tetapi karena selalu membawa senjata tajam jenis pisau lipat komando kemanapun pergi .

"Alasannya, untuk berjaga-jaga, untuk Leong dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus ini," jelas Subawa. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi