Aptekindo Bersiap Migrasi ke Teknologi IPTV Berbasis Internet

Selasa, 31 Oktober 2017 : 09.04
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TV Kabel Indonesia Bambang Subijantoro (paling kanan) dalam peluncuran Nano Tv baru-baru ini di Jakarta/foto:aptekindo
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TV Kabel Indonesia (Aptekindo) Bambang Subijantoro mengungkapkan perkembangan penyiaran televisi kini memasuki era televisi dengan jaringan internet sehingga perlahan mulai meninggalkan penggunaan frekuensi radio, sinyal satelit, dan televisi kabel.

Untuk itu, para pengusaha TV Kabel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha TV Kabel Indonesia (Aptekindo) sudah mulai melakukan proses migrasi perubahan dari TV analog ke teknologi IPTV (Televisi Protokol Internet) yaitu layanan televisi dengan jaringan Internet.

"Perkembangan penyiaran televisi di Tanah Air telah memasuki era televisi dengan jaringan internet dan mulai meninggalkan penggunaan frekuensi radio, sinyal satelit, dan televisi kabel," tegas Bambang di Jakarta, Senin (30/10/2017).

Dengan memasuki dunia IPTV maka pihaknya akan turut menyebarluaskan internet sampai ke desa-desa bahkan sampai ke perbatasan. Terlebih, banyak anggota Aptekindo tersebar sampai di pelosok daerah-daerah perbatasan dan lokasi-lokasi blank spot yang belum terjangkau teknologi konvensional.

Diketahui, IPTV adalah layanan dimana data dari signal tv digital ditransmisikan melalui Internet Protokol. Teknologi ini lebih murah dan efisien dibandingkan teknologi siaran yang ada sekarang yang menggunakan coaxial cable dan atau tv satelit, karena IPTV tidak perlu membangun infrastruktur baru.

Hingga kini, masih banyak daerah di Indonesia yang belum mendapatkan akses terhadap siaran televisi dan radio. "Melalui televisi teknologi IPTV maka daerah-daerah blank spot tersebut akan dapat menikmati siaran televisi sekaligus akses internet," katanya menegaskan.

Ditambahkan, program internet murah yang menjadi program pemerintah dapat saling mengisi dengan program Aptekindo yaitu migrasi dari TV Analog ke IPTV yang berbasis internet.

Dengan begitu, Aptekindo turut berperan membantu pemerintah menuju pemanfaatan broadband yang saat ini digalakkan sebagai upaya efisiensi penggunaan frekuensi.

Sementara, Sekretaris Jenderal Aptekindo Andi Umar MS, menambahkan bahwa organisasi Aptekindo selama ini mewadahi para pengusaha TV kabel di seluruh Indonesia yang selama ini secara legal menjalankan usaha di bidang penyiaran televisi berbayar.

Aptekindo berdiri pada 2008 yang merupakan organisasi profesi skala nasional dalam bidang penyiaran televisi kabel berlangganan. Anggota Aptekindo di seluruh Indonesia sudah mencapai lebih dari 100 perusahaan TV kabel.

“Pengurus Aptekindo sudah ada di tiap provinsi yang disebut Dewan Pimpinan Daerah atau DPW. Sedangkan di tingkat kabupaten dan kota disebut Dewan Pimpinan Cabang atau DPC,” keta Umar menjelaskan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi