Aktivis Mahasiswa Bali Posisikan Diri Mitra Kritis Pemerintah

Selasa, 31 Oktober 2017 : 08.31
Aktivis mahasiswa dalam diskusi kebangsaan di Denpasar
DENPASAR - Aktivis mahasiswa di Bali menegaskan diri mereka dengan memposisikan sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semangat itu tercermin dalam diskusi Diskusi Kebangsaan dengan Tema : Peran Pemuda Dalam Membangun Bangsa. Diselenggarakan di Sekretariat PMKRI Cabang Denpasar Sanctus Paulus, Senin (30/10/2017).

Sumpah Pemuda 1928 kemudian dimaknai, bukan suatu peristiwa yang hanya dikenang secara momentum saja namun lebih dari itu suatu peristiwa sakral yang harus diresapi.

"Semangatnya harus terus hidup di dalam jiwa untuk kejayaan Indonesia," tukas Ketua Presidum PMKRI Cabang Denpasar Sanctus Paulus periode 2017 - 2018, Efraim Mbomba Reda.

Diskusi Kebangsaan dihadiri aktivis Organ Gerakan Eksternal Kemahasiswaan, diantaranya PMKRI Denpasar, KMHDI Denpasar, HIKMAHBUDHI Denpasar, dan PMII Denpasar, serta Mahasiwa dari berbagai Universitas di Bali.

Kegiatan ini dimaksudkan mengkonsolidasikan kembali para pemuda, organ-organ gerakan, untuk membangun kesadaran yang sama bahwa pemuda memiliki andil dalam membangun bangsa. Karenanya, pemuda-pemuda di Bali mesti lebih Proaktif di dalam mengawal isu-isu lokal maupun Nasional.

Kata Efraim, pemuda merupakan penentu arah perjalanan bangsa. Tidak hanya 28 Oktober 1928, sejarah telah menunjukan bahwa dalam setiap kesempatan bersejarah, pemudalah yang bergerak

Aktivis KMHDI Denpasar I Wayan Darmayasa, menyampaikan, tugas mahasiswa di era reformasi ini menjadi revolusioner serta menawarkan solusi pada setiap kritikan yang diajukan kepada pemerintah.

"Pemuda mesti lebih revolusioner, lalu memberikan solusi pada setiap persoalan," ungkapnya.

Tugas kaum muda hari ini adalah menjadi mitra kritis pemeritah. "Sederhana, tugas pemuda di era reformasi ini adalah menjadi mitra kritis pemerintah dalam mewujudkan Indonesai yang besar," ucap Darmayasa, Mahasiwa Universitas Saraswati. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi