Taklukkan Ombak Pantai Berawa, Raju Sena Juarai Red Bull Night Riders

Senin, 04 September 2017 : 07.07
Atraksi salah satu peselancar di kompetisi Red Bull Night Riders 2017 di Pantai Berawa/foto:istimewa
BADUNG - Raju Sena, surfer pro Indonesia berusia 17 tahun harus berjibaku menaklukkan ombak Pantai Berawa, Canggu Badung dan sorotan lampu namun mampu mengantarkannnya ke juara Kompetisi "Red Bull Night Riders" 2017.

Raju berhak membawa pulang tropi serta hadiah uang tunai Rp 15 juta dalam kompetisi tahunan ketiga kalinta di depan Finn’s Beach Club Pantai Berawa, Canggu Kuta Utara, Sabtu (2/9/2017) malam.

“Kompetisi “Red Bull Night Riders” kali ini sangat menantang, sehingga dibutuhkan konsentrasi," ucap Raju.

Bagaimana melihat ombak di malam hari dengan sorot lampu yang sangat menyilaukan pandangan. Serta diperlukan skill “tow at” (ditarik jetski) dan harus tahu momen yang terbaik untuk melakukan serial jump guna mengoleksi nilai sebanyak mungkin.

Bekat kepiawaiannya sebagai surfer professional, selama kompetisi berlangsung sekitar 3 jam dan diikuti 8 peselancar itu, Raju Sena mampu mendapatkan poin 360 jump style pada sesi 10 menit pertama yang menghantarkannya ke babak final.

Saat memasuki round final pun Raju Sena kembali mendapatkan serial 360 jump yang mengungguli peserta kontestan lainnya. Kompetisi surfing tow-at yang pertama di Asia “Red Bull Night Riders” kembali digelar di tempat “gaul” di Finn’s Beach Club, Canggu Bali.

Belasan ribu watt lampu yang menerangi ombak di Pantai Berawa, pada Sabtu akhir pekan lalu, seolah sebanding dengan jumlah penonton yang memadati sepanjang pantai di areal tersebut untuk menyaksikan atraksi spektakuler 8 peselancar profesional terpilih.

Pesalancar Raju Sena menjuarai kompetisi Red Bull Night Riders 2017/foto:istimewa 
Menjelang sunset, ribuan penonton telah memadati areal Pantai Berawa yang suasananya terang benderang dan ditimpali dentuman musik dari DJ Hedspin asal Kanada.

Tentu saja itu membangkitkan semangat bertanding para surfer profesional untuk memacu adrenalin agar bisa membuat “hattrick” dan harus mampu “beratraksi’ di atas papan surfing menembus gulungan dan deburan ombak.

Rizal Tanjung, salah satu juri kejuaraan yang telah puluhan tahun malang melintang di dunia surfing menuturkan, pada kejuaran surfing yang digelar malam hari ini memiliki banyak tantangan.

“Pasalnya, peselancar harus mampu menjaga keseimbangannya, karena selain ditarik jetski yang berkecepatan tinggi, juga harus bisa melihat ombak di tengah terpaan sinar lampu yang menyilaukan mata,” jelas Rizal. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi