Sambut Tahun Baru, SPMAA Bali Study syukur ke Jawa

Minggu, 24 September 2017 : 15.54
Sebagian peserta Study Syukur saat berpose di depan Masjid Ruhullah, SPMAA Cabang Sragen, Jawa Timur
NGAWI - Menyambut tahun baru 1439 H, Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) Bali yang meliputi  Cabang Denpasar dan Tabanan melakukan study syukur ke Jawa Timur dan Jawa Tengah, selama tiga hari, kamis - Sabtu (21-23/9/2017)

Study syukur yang baru kali pertama digelar SPMAA Bali tersebut diikuti 87 orang mengunjungi SPMAA Pusat di Lamongan, SPMAA Cabang Blora, Grobogan, Sragen dan Ngawi.

Selain berasal dari SPMAA Bali Study syukur mengunjungi empat cabang SPMAA ini juga diikuti 65 jamaah dan santri SPMAA Pusat Lamongan yang didampingi pengasuh Gus Glory Islamic, Gus Ashabun Naim, Gus Basyirun Adhim serta sejumlah anggota dari keluarga besar almarhum MA.Muchtar, pendiri SPMAA.

Kegiatan utama yang digelar dalam study syukur tersebut adalah menjalin dan meningkatkan silaturahmi dengan mengunjungi secara langsung anggota jamaah yang ada di Cabang dan Pos Giat SPMAA yang ada di Kabupaten Blora, Grobogan dan Sragen (Jawa Tengah) serta Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Selama mengikuti Study syukur, peserta tetap melaksanakan kegiatan rutin SPMAA seperti sholat wajib berjamaah, sholat dhuha, sholat tahajud, Kajian Tafsir Al Quran, siraman rohani dan pemaparan pengalaman suka duka sejumlah jamaah SPMAA berdakwah di daerah terpencil.

Ketua Yayasan SPMAA Bali yang juga Dewan Pembina Yayasan SPMAA Pusat Lamongan, Gus Glory Islamic di sela-sela kegiatan mengungkapkan, study syukur digelar bertujuan untuk meningkatkan rasa syukur, sosial dan keimanan peserta, jamaah SPMAA Bali dan SPMAA Pusat Lamongan.

"Selain untuk menyambut tahun baru 1439 H, study syujr juga dimaksudkan untuk meningkatkan rasa syukur peserta yang selama ini hidup di zona nyaman jamaah dengan aneka fasilitas pendukung di sekelilingnya," katanya saat menutup rangkaian acara Study Syukur di SPMAA Cabang Ngawi, Sabtu (23/9/2017) malam.

Menurut Gus Glory, dalam study syukur ini para peserta diajak mengunjungi saudaranya sesama jamaah SPMAA yang tinggal di daerah pelosok di antara hutan jati, jauh dari fasilitas pendukung serta sarana prasaran yang sangat terbatas.

Untuk bisa menengok dan melakukan silaturahmi tersebut harus ditempuh melalui jalan rusak dan berliku melintasi hutan hutan jati belasan kilo meter  menggunakan transportasi kendaraan truk.

"Meski tinggal di daerah tandus, terpencil serta sarana prasarana serta fasilitas terbatas, para jamaah SPMAA Cabang Blora, Grobogan, Sragen dan Ngawi ternyata tetap memiliki semangat tinggi dan ikhlas dalam berdakwah mengajak  Amar makruf nahi munkar," katanya.
  
Melihat hal itu, tambah Gus Glory,  diharapkan peserta study Syukur bisa meningkatkan rasa syukur, kasih sesama dan iman. Betapa selama ini Allah telah memberikan banyak rejeki dan kemudahan menjalani hidup dibanding sesama saudaranya jamaah SPMAA yang tinggal di daerah pelosok dan terisolir. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi