Penyakit Stroke kambuh, Seorang Kakek Tewas Terbakar Ilalang

Kamis, 14 September 2017 : 07.02
Petugas kepolisian menunjukkan lokasi korban terbakar ilalang di ladang saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)
TABANAN - Diduga karena penyakit strokenya kambuh, Wayan Suweta (60) seorang kakek yang tengah membakar ilalang, jatuh tak berdaya sehingga tubuhnya terbakar di ladang milik Anak Agung Dananjaya yang berlokasi di Banjar Taman, Desa Gubug, Tabanan, Bali, Rabu (13/9/2017) sore.

Informasi di lapangan, sore itu sekitar pukul 15.00 setelah Kakek Suweta selesai makan siang, pamit kepada istrinya Ni Nyoman Netri (59) untuk membersihkan ilalang dan sekaligus mencari rumput untuk pakan ternak sapi di kebun milik Anak Agung Dananjaya yang digarap korban sejak enam bulan yang lalu.

Kemudian sekitar pukul 15.15 wita, seorang warga yang juga saksi I Made Surya Diasa yang rumahnya berada di kompleks perumahan berbatasan dengan ladang tiba-tiba mencium bau asap yang cukup menyengat.

Saksi kemudian menuju jendela rumah di bagian belakang rumahnya memastikan asal asap yang diciumnya. Saat membuka jendela, saksi melihat api membakar ilalang di ladang belakang rumahnya serta ada orang tergeletak di lokasi ilalang terbakar.

Melihat hal itu, saksi kemudian berlari menuju ladang menghampiri korban yang saat itu dalam kondisi jatuh terlentang dengan kondisi terbakar pada seluruh pakaian, tubuh dan rambutnya.

Saksi berusaha menolong dengan cara menarik korban namun tidak berhasil sehingga saksi berteriak meminta bantuan warga lainnya untuk bersama-sama mengangkat korban menjauh dari kobaran api yang membakar ilalang.

Saat korban diangkat masih mengeluarkan desahan suara namun tubuh korban sudah kaku. Korban kemudian diangkat ke mobil dibawa ke BRSU Tabanan. Sayang sekali, sesampai di Rumah Sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kapolsek Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. "Benar, begitu menerima laporan petugas langsung ke lapangan untuk mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan melakukan olah TKP," katanya

Menurut Kompol Surya Atmaja, sesuai hasil visum dan keterangan dokter, korban meninggal dunia karena terlalu banyak menghirup asap, juga karena tubuhnya yang terbakar hingga 80 persen.

“Pihak keluarga ikhlas menerima kematian korban sebagai musibah dan takdir sehingga menolak untuk dilakukan proses otopsi terhadap korban,” pungkasnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi