Korban Longsor Tewas Terjepit Bebatuan Besar di Buleleng

Senin, 04 September 2017 : 06.28
BULELENG - Nyawa Ketut Sutarsana tidak berhasil diselamatkan setelah terjepit bebatuan besar dalam insiden longsor di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali.

Peristiwa naas menelan satu korban jiwa ini, berawal dari tiga orang yang notabene merupakan warga Desa Pacung, yakni Ketut Sutarsana, Komang Kardiasa, dan Nengah Bangkit, Minggu (3/9/2017).

Ketiganya mencari batu pilah di tanah seluas 2 hektar milik Ketut Mandra yang dikontrakan oleh Komang Supariasa warga Desa Pacung.

Saat melakukan penggalian, posisi Sutarsana dan Kardiasa di tengah-tengah lokasi penggalian batu. Sedangkan, Bangkit sedang mengangkut batu pilah hasil galian ke lokasi lain.

Beruntung, Bangkit saat ia baru berjalan keluar dari lokasi galian, tiba-tiba terjadi longsor mendadak di lokasi pencarian batu tersebut. Korban kaget karena dua rekannya yakni Sutarsama dan Kardiasa saat itu masih berada di lokasi sedang memahat batu.

Mereka berduapun ditimbun oleh batu-batu besar, Bangkit mencari kedua rekannya dengan cara memanggil namanya. Hanya Kardiasa yang bisa merespon panggilan Bangkit. Sedangkan, Sutarsana tidak merespon.

"Hanya Kardiasa masih bisa berkomunikasi saat itu, tapi dia masih di dalam karena tertimbun bebatuan saat itu," jelas Bangkit yang mengaku baru menggeluti pekerjaan sebagai penggali batu pilah.

Warga berlarian menuju ke lokasi longsor untuk membantu melakukan evakuasi terhadap kedua korban yang tertimbun bebatuan, evakuasi itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa mengevakuasi korban tertimbun. Dengan bantuan alat yang seadanya dibantu oleh aparat terkait.

Nahas menimpa Sutarsana, ia tewas di lokasi saat terjadi longsor, karena terjepit bebatuan besar dan membuat badannya remuk mulai dari dada hingga kaki.

Warga pun terus berupaya untuk bisa mengeluarkan korban yang masih hidup dan korban meninggal dunia, melibatkan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng.

Bahkan untuk mengevakuasi korban, batu-batu yang menimbun pun harus dipotong, agar memudahkan petugas BPBD dan warga mengeluarkan korban dari dalam timbunan longsor.

"Kendala itu batu besar dan batu pilah banyak. Sekarang yang mati itu, kemungkinan nanti jam 12 malam baru bisa karena posisi korban dibawah dan terjepit dari dada ke bawah," ujar Nengah Wastima warga setempat.

Sekretaris BPBD Buleleng, Ketut Susila saat dikonfirmasi mengatakan, medan di lokasi longsor memang cukup berat. BPBD Buleleng tidak bisa memasukan alat berat ke lokasi longsor, yang akhirnya membuat proses evakuasi terkendala.

Karena kendala batu, kata Susila, BPBD Buleleng langsung menghubungi Basarnas Buleleng karena peristiwa itu menelan korban jiwa. Pihaknya sudah evakuasi yang selamat, sekarang sudah dibawa ke rumah sakit. Yang satu warga meninggal masih menunggu hasil survei dan kajian Basarnas

"Tim Basarnas sudah ke sini, hari ini bisa dievakuasi tapi tergantung hasil kajian Basarnas. Sekarang ini, kami masih berupaya mengevakuasi korban yang meninggal," jelas Susila.

Kardiasa berhasil dari selamat dari maut itu akibat tertimbun batu dan selanjutnya ia dibawa ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami patah tulang dan luka-i luka.

Sedangkan korban yang meninggal dunia masih dievakuasi oleh BNPB, anggota Polsek Tejakula dan dibantu warga Pacung. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi