Gunung Agung Waspada, Masyarakat Dihimbau Tenang dan Ikuti Informasi Resmi

Senin, 18 September 2017 : 21.02
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali/foto:republika
DENPASAR - Menyusul status waspada Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali masyarakat diminta tetap tenang tidak usah panik dan tetap mengikuti informasi dari sumber resmi pemerinttah.

Himbauan itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, Dewa Indra didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali dalam konferensi pers di Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Senin (18/9/2017).

Kondisi Gunung Agung saat ini ditetapkan dalam Level Waspada, ini berarti radius tiga kilometer dari kawah dinyatakan dilarang ada aktifitas masyarakat ataupun wisatawan.

Menurut Indra, Gunung Agung merupakan gunung yang dianggap aktif, erupsi terakhir pada tahun 1963, berlangsung selama satu tahun.

Diketahui, 14 September lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan level peringatan dini Gunung Agung dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada). “Pada level waspada ini aktifitas Gunung Agung meningkat, dilihat dari beberapa parameternya,” kata Dewa Indra.

Pada level ini, masyarakat harus mengikuti arahan dari pemerintah. Masyarakat maupun wisatawan dilarang beraktifitas pada radius tiga kilometer dari kawah Gunung Agung.

Bagi pemerintah, ini juga merupakan peringatan dini untuk melaksanakan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah.

"Terhadap peningkatan status ini, masyarakat dihimbau tidak panik, masyarakat diharuskan memantau dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah, baik BPBD tingkat Provinsi, kabupaten/kota, Camat, Kepala Desa dan Kepala Dusun," tandasnya.

Peringatan dini merupakan langkah pemerintah dalam penanggulangan kebencanaan untuk mengurangi resiko akibat bencana. Dia menghimbau masyarakat terutama yang berada di Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung.

Yang pertama, tetap tenang tidak usah panik. Yang kedua, ikuti arahan resmi dari pemerintah.

"Jika ada informasi yang berkembang dari sumber tidak jelas segera cari informasi dari sumber yang resmi. Yang ketiga, setiap arahan resmi dari pemerintah supaya diikuti, ditaati dengan baik,” tegas Indra.

Aktifitas Gunung Agung terus dipantau 24 jam setiap hari oleh Pos Pemantau di Desa Rendang, Karangasem. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait.

Pemerintah Kabupaten Karangasem sudah melakukan tindakan kewaspadaan dengan menentukan tempat kesiapsiagaan yang relatif aman. Selain itu juga sudah disusun rencana apabila dilaksanakan evakuasi warga, inventarisir kebutuhan, baik personil, peralatan, maupun dukungan keuangan.(rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi