Gubernur Bali Minta Balai Banjar Jadi Lokasi Pengungsian Gunung Agung

Rabu, 27 September 2017 : 21.12
Gubernur Bali Mangku Pastika meninjau lokasi pengungsian di Karangasem
KARANGASEM - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika memerintahkan pengecekan jumlah balai banjar di setiap desa yang tidak termasuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) di Kabupaten Karangasem untuk nantinya digunakan tempat menampung para pengungsi agar bisa lebih layak.

Langkah itu diambil guna menanggulangi pengungsian jangka panjang sehingga tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan yang nantinya malah merugikan pengungsi.

Pastika menyatakan itu saat meninjau Posko Induk Penanggulangan Bencana Gunung Agung, di Pelabuhan Tanah Ampo, Manggis, Karangasem, Rabu (27/9/2017).

Menurutnya, pengungsi ini tidak bisa selamanya tinggal dalam tenda, nanti pasti akan menimbulkan masalah, seperti kebanjiran atau bocor kalau hujan dan panas.

"Saya perintahkan untuk mengecek balai banjar di setiap desa di Karangasem yang tidak masuk kawasan rawan bencana," ungkap Pastika.

Belajar dari tahun 1963, Gunung Agung bisa kembali normal usai meletus membutuhkan waktu selama 1 tahun, jadi hal tersebut perlu diperhatikan jika kembali terjadi.

"Ini kan kita tidak tahu kapan akan meletus, dan kalaupun meletus harus berapa lama untuk kembali normal dan bisa kembali ke rumah masing-masing, jadi dalam selang waktu tersebut, kita harus berikan mereka tempat yang lebih layak, tidak bisa selamanya di tenda-tenda seperti ini," jelas Pastika.

Setiap banjar nantinya akan dikoordinir oleh kelian banjarnya dan di wilayah desa akan dikoordinir oleh kepala desa, sehingga hal tersebut akan memudahkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan logistik serta mendata jumlah real dari pengungsi tersebut.

"Kalau kita sudah tahu bagaimana kondisi dari balai banjar tersebut, baru secara bertahap kita pindahkan para pengungsi yang dalam tenda tersebut, nanti kita berikan juga logistiknya, penyediaan sanitasi dan juga dapur umum serta uang lauk pauknya dan disana mereka bisa masak sendiri secara bersama-sama," imbuhnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi