Gelombang Pengungsi Gunung Agung Mulai Masuki Buleleng

Kamis, 21 September 2017 : 22.05
Pengungsi Gunung Agung asal Karangasem mulai berdatangan ke Buleleng
BULELENG - Semakin meningkatnya intensitas gempa vulkanik Gunung Agung membuat ribuan warga sejumlah desa di Kabupaten Karangasem Bali mulai mengungsi ke tempat aman hingga Kabupaten Buleleng.

Gelombang ratusan pengungsi asal Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem mulai berdatangan, Kamis (21/9/2017) siang. Pengungsi menempati lokasi pengungsian di Desa Les dan Desa Tembok Kecamatan Tejakula.

Khusus lokasi penampungan di Desa Les Kecamatan Tejakula, pengungsi yang ditampung berasal dari Desa Ban Kecamatan Kubu. Mereka menempati 11 tenda milik BPBD Buleleng dan TNI dari Kodim 1609/Buleleng.

Pengungsi asal Desa Ban masih didominasi warga yang tinggal di empat dusun Dusun Pengalusan, Dusun Belong, Dusun Pucang dan Dusun Bunga. Empat dusun tersebut masuk zona Kawasan Rawan Bencana (KRB III) yang posisinya paling rawan karena jaraknya paling dekat dengan Gunung Agung, yakni antara 3-6 km.

Para pengungsi diangkut menggunakan mobil truk sebagian lainya membawa kendaraan sendiri baik mobil maupun sepeda motor. Tiba di lokasi, pengungsi menurunkan barang-barang bawaan ke dalam tenda.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Made Subur menuturkan untuk pengungsi asal Desa Ban terdiri 7 dusun yang masuk wilayah KRB III. Saat ini, yang baru datang ke lokasi pengungsian di Desa Les baru dari empat dusun.

"Jumlahnya masih belum kami bisa pastikan, karena terus mengalami perkembangan" ujar Subur. Nantinya, para pengungsi akan dikelompokkan sesuai dengan dusun serta hubungan kekeluargaan.

Pihaknya akan mempolakan pengungsi sesuai dengan dusun asal mereka. Begitu juga dikelompokkan sesuai hubungan kekeluargaan. Sehingga ada ikatan emosionalnya dan mempermudah kami melakukan pendataan.

Sebagian pengungsi lainnya langsung mengungsi di rumah-rumah milik warga yang kebetulan adalah keluarganya sendiri.

Terkait kebutuhan para pengungsi, Subur mengaku akan dipenuhi secara bertahap. Yang lebih utama berkaitan kebutuhan MCK dan air bersih. “Intinya kami siap untuk menangani para pengungsi, termasuk air bersih, MCK hingga permakanan,” sambungnya.

Menyikapi adanya gelombang pengungsi erupsi Gunung Agung, Dinas Sosial Kabupaten Buleleng bergerak cepat memberikan bantuan berupa air mineral, mi instan, beras serta selimut dan tikar. "Bantuan berupa permakanan sudah kami siapkan.

"Itu didrop di Desa Tembok. Nanti akan segera didistribusikan kepada pengungsi," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng Gede Komang.

Data diperoleh di lokasi pengungsian hingga Kamis (21/9) pukul 18.00 wita diperoleh data ada sebanyak 788 jiwa lebih yang sudah mengungsi ke Desa Tembok dan Desa Les, Kecamatan Tejakula.

Total 788 orang/jiwa yang sudah mengungsi dan kini berada di Kabupaten Buleleng. Jumlah inipun diprediksi akan terus mengalami peningkatan, seriring meningkatnya aktivitas Gunung Agung. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi