Gantikan Zulmi, Hizbullah Pimpin OJK Bali Nusra

Sabtu, 16 September 2017 : 22.21
DENPASAR - OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) melakukan pergantian pucuk pimpinan dari Zulmi ke Hizbullah di Kantor OJK Bali-Nusra Jumat 15 September 2017.

Hizbullah yang asal Padang menggantikan Zulmi yang mendapat tugas baru memimpin OJK Regional 6 Maluku dan Papua. Pelantikan dihadiri Wagub Bali Sudikerta, kalangan perbankan termasuk BPR di Bali.

"Masalah NPL-Non Performing Loan  (kredit macet) perlu mendapatkan perhatian serius khususnya di BPR (Bank Perkreditan Rakyat)," jelas Zulmi usai sertijab.

Dikatakan jumlah BPR di Bali mencapai 138 dan  tercatat NPLnya cukup tinggi yakni di atas 7 persen. “Kalau rata-rata perbankan (bank umum dan BPR) di Bali NPL-nya 3,4 persen, sementara BPR cukup tinggi yakni 7 persen lebih,” jelasnya.

Kendati angkanya masih dalam ambang aman, namun Zulmi mengingatkan agar perbankan lebih berhati-hati. Pasalnya kalau NPL tinggi berarti pemasukan bank (BPR) akan berkurang, sementara biaya/pengeluaran tetap.

Pasalnya, jika kondisi itu terus terjadi maka akan bermasalah bagi bank bersangkutan. Kredit macet tersebut menurutnya lebih banyak disebabkan karena daya beli properti yang lesu beberapa waktu terakhir.

Dijelaskan Zulmi, "sejumlah BPR banyak bermain di sini, ketika daya beli lesu, kemampuan membayar nasabah bermasalah sehingga kreditnya jadi macet,” tegasnya.

Secara umum, kondisi keuangan khususnya perbankan di Bali cukup baik. Pihaknya berharap suku bunga kredit bisa dibuat lebih rendah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses keuangan.

Kondisi ini harus diimbangi dengan likuiditas di pasar yang baik. Sementara Hizbullah mengatakan akan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan pendahulunya.

Ia bahkan optimis di semester 2 ini pertumbuhan kredit akan meningkat. Sebab di semester ini anggaran pembangunan sudah cair sehingga kegiatan ekonomi juga akan meningkat.

Soal NPL BPR yang tinggi, menurutnya masih tergolong aman. Sebab bunga  BPR memang lebih tinggi dari bank umum. Namun ia berharap NPL bisa segera turun.

Sementara Hizbullah menyatakan, dirinya akan melanjutkan beberapa program apa yang sudah dirintis dilaksanakan semasa kepemimpinan Zulmi seperti untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat.

Selain itu, Hizbullah akan menggenjot pertumbuhan kredit perbankan di Bali mengingat realisasi saat ini masih melambat di bawah lima persen pada triwulan pertama 2017.

"Sesuai target pertumbuhan kredit perbankan di Bali diharapkan mencapai 10 persen ke atas," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan memprioritaskan pertumbuhan kredit perbankan di Bali bisa tumbuh hingga semester II 2017 sesuai target.

Guna mendorong pertumbuhan kredit dalam waktu dekat ia akan bertemu perbankan di Bali untuk mengetahui kendala dihadapi yang membuat pertumbuhan kredit melambat.

Mantan Direktur Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY itu juga fokus pada perkembangan asuransi termasuk menggiatkan desa wisata dengan menggandeng lembaga jas keuangan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi