Dukung Penggunaan Transaksi Nontunai, Perbankan Diharapkan Permudah Top Up

Selasa, 12 September 2017 : 18.30
GM Blue Bird Bali, I Gede Putu Panca Wiadnyana memberikan paparan dalam diskusi Infrastruktur Perbankan Mendukung Penerapan Transaksi  Nontunai yang digelar Harian Bisnis Indonesia di Denpasar
DENPASAR - Perbankan diharapkan bisa memperbanyak kebaradaan outlet atau tempat-tempat yang setrategis memudahkan pengisian Top Up untuk kartu nontunai seperti e-money yang dipergunakan untuk berbagai keperluan seperti masuk jalan Tol Bali Mandara.

GM Blue Bird Bali, I Gede Putu Panca Wiadnyana menyarankan perbankan menggandeng institusi dunia kerja untuk mensosialisasikan dan menyebarkan informasi transaksi nontunai.

"Pekerja akan lebih mudah mematuhi ketika ada aturan dari top manajemen perusahaan dibandingakan secara sukarela," jelas Panca dalam diskusi Infrastruktur Perbankan Mendukung Penerapan Transaksi Nontunai di Tol Bali Mandara di Kantor Perwakilan Bisnis Indonesia di Denpasar, Selasa (12/9/2017).

Panca menuturkan pengalaman Blue Bird Bali yang kini seluruh armadanya berjumlah 3.500 unit keseluruhannya telah menggunakan uang elektronik untuk bertransaksi di jalan tol Bali Mandara maupun mengisi bahan bakar di SPBU yang bekerja sama.

"Kami sebenarnya sejak akhir 2016 sudah mendukung melaksanakan transaksi nontunai, namun karena ini menyangkut budaya perilaku manusia memang bukanlah pekerjaan mudah, butuh waktu," katanya.

Tak sedikit yang menilai justru penggunaan nontunai menjadi lebih ribet karena ujungnya juga terjadi antrean dan kebiasaan menggunakan transaksi tunai

Berkat upaya literasi dan pemberian pemahaman kepada para sopir Blue Bird, perlahan mulai menunjukkan hasil mereka sudah terbiasa beralih ke kartu nontunai.

Bahkan, manfaatnya bisa dirasakan langsung di mana saat ini terbukti mencatatkan transaksi hingga Rp 281 juta per bulan dan mencegah kebocoran dana BBM hingga parkir.

Kata Panca, tidak mudah memang, pihaknya menerapkan transaksi di pompa bensin eh mesin EDCnya disembunyikan terus alasannya rusak, lalu katanya bisa meledak kalau ditempatkan di pompa bensin.

"Banyak alasan memang untuk menghambat penerapan nontunai tapi dengan upaya dan kerja sama itu bisa,” jelasnya.

Dengan transaksi nontunai semua dana dapat terlacak kemana digunakan oleh pengendara. Selain itu, pihaknya juga menyarankan agar tidak perlu khawatir dengan sistem ini karena akan terbukti lebih baik jika dibandingkan tetap menggunakan transaksi tunai.

“Sebagaian besar masyarakat pekerja dan butuh top manajemen untuk ini jalan. Kalau semua perusahaan. Kita berpikir dije ngisi dije ngalihne [dimana beli dan top up, padahal sudah tidak perlu khawatir lagi kan tinggal lewat gawai bisa,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, GM Prasarana Airport Travel Agency, I Wayan Sukses menyambut baik rencana transaksi nontunai karena meningkatkan kenyamanan dan layanan bagi wisatawan.

Namun perusahaan dengan 70 armada di Bandara Ngurah Rai ini menyarankan Jasamarga tetap menempatkan personil guna mengantisipasi ketika terjadi gangguan pada alat pembaca otomatis.

Demikian juga, pelaku usaha menyarankan agar perbankan memudahkan cara pengisian ulang. Sukses memaparkan masalah jaringan sering menjadi alasan ketika konsumen hendak mengiisi ulang kartu, sehingga tidak membantu pengguna kartu elektronik ketika akan menambah saldo.

“Mohon nanti dioptimalkan bagaimana masyarakat agar lebih mudah baik saat pengisinan maupun gerai. Kami berikan tempat kami untuk tempat kami penjualan di sana,” harapnya.

Senada dengan itu Asosiasi Perusahaan Rentcar Daerah (Asperda). Sekretaris Asperda Bali, I Made Mendra juga mendukung penerapan transaksi non tunai dengan berharap sosialisasi lebih banyak dan lokasi untuk isi ulang diperbanyak dan sistemnya dipermudah. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi