BPBD Buleleng Ingatkan Warga Waspadai Datangnya Angin Kencang

Jumat, 08 September 2017 : 07.54
BULELENG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya cuaca buruk ditandai angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah Bali Utara.

Cuaca buruk disertai angin kencang mulai melanda wilayah Buleleng beberapa hari terakhir ini. Cuaca terparah mulai dirasakan, Kamis (7/9/2017) pagi. Kondisi dirasakan masyarakat Buleleng utamanya bagi para pengendara sepeda motor.

Kondisi ini mengakibatkan banyak plang, spanduk jatuh, dan dahan pohon berserakan. Sebuah plang milik sebuah toko modern di kawasan desa Tukad Mungga di jalur pantura Lovina-Singaraja.

Plang setinggi 10 meter itu roboh akibat diterjang angin kencang pukul 15.40 wita. Beruntung dalam musibah itu tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warung di depan Kafe Palapa tertimpa plang.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Buleleng, Made Subur memperkirakan kondisi ini terjadi karena adanya peralihan musim, akan terjadi hingga awal Oktober 2017.

Subur mengatakan, angin kencang ini terjadi biasanya pada bulan September hingga Oktober. Kondisi ini, terjadi karena seiring datangnya musim keramau yang disertai angin kencang.

Pihaknya menghimbau khusus bagi para nelayan untuk waspada jika sedang melaut, termasuk warga yang tinggal di pesisir pantai, karena diperkirakan kondisi ini akan berpengaruh pada ketinggian gelombang laut.

"Kami sudah melakukan pencegahan, terutama daerah rawan yang terdampak angin kencang agar tidak sampai ada korban baik materiil dan korban jiwa," kata Subur.

Para nelayan dan warga di pesisir, BPBD juga tengah mempersiapkan pemangkasan dahan pohon di sepanjang ruas jalan yang rawan tumbang, terutama ruas jalan Singaraja-Gilimanuk karena banyak dahan pohon disana yang sudah lapuk.

"Dari dulu rutin ada pemangkasan pohon. Khusus untuk pohon yang sudah mati, kami sudah tebang. Kalau ditunggu harus mencari izin ke pusat bisa jadi lebih dulu tumbang, makanya kami langsung tebang dari pada nanti ada korban baru ditangani," demikian Subur. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi