Angkat Desa Wisata, Bupati Eka Sebut Bagian Investasi Hati

Jumat, 15 September 2017 : 11.12
YOGYAKARTA - Keberadaan desa wisata merupakan salah satu bentuk program Investasi Hati karena konsep pelayanan kepada masyarakat dengan ketulusan melalui kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.

“Bagaimana kita tulus dalam melayani rakyat lewat kebijakan-kebijakan pemerintah sehingga akhirnya derajat masyarakat bisa diangkat. Intinya perjuangan dengan hati,” kata Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam Diskusi Buku Investasi Hati Goes to Campus di University Club UGM (Universitas Gadjah Mada), Kamis (14/9/2017)

Disinggung apakah desa wisata yang rencananya akan dikembangkan sebagai proyek nasional bisa diterapkan di wilayah lainnya, Bupati Eka secara tegas menyebutkan bahwa hal tersebut bisa saja dilakukan.

“Bisa. Tapi kembali ke niat dan tidak putus asa saja. Kalau gagal, dicoba terus,” ujarnya.

Untuk mengenalkan konsep desa wisata kata Eka pada awalnya tidaklah mudah. Terlebih, tantangan terberatnya adalah merubah mind set masyarakat yang semula dominan bermatapencaharian sebagai petani dan mendadak banting setir ke sektor pariwisata.

Yang paling berat adalah merubah mind set masyarakat. Tapi kita jangan putus asa begitu saja. Terus berikan pemahaman ke masyarakat. Bahwa, dengan desa wisata, mereka akan menjadi desa yang mandiri.

"Dan, yang menikmati hasilnya juga masyarakat desa itu sendiri,” ungkapnya.

Dalam hal ini, pemerintah menempatkan diri sebagai pembina dan membimbing. Desa dibantu dengan sarana prasarana penunjang dan SDM masyarakatnya diperkuat melalui pelatihan-pelatihan.

Pemerintah juga tidak boleh melepas begitu saja. Harus tetap menyiapkan sarana prasarana. Tidak boleh dilepas begitu saja. Bagaimana ibu-ibu PKK diajarkan mengolah menu kuliner tradisional tapi disajikan secara bersih.

"Lalu anak-anak muda desa tersebut dibekali keterampilan komunikasi dengan pelatihan bahasa Inggris,” sambungnya. Dengan seperti itu, desa wisata akan memberikan pengalaman berlibur atau berwisata yang berkesan bagi pengunjungnya.

“Jadi wisatawan itu akan punya memori. Serasa punya kampung sendiri. Saya rasa ini model pariwisata yang menyentuh psikologi wisatawan,” tutupnya.

Diskusi Buku Investasi Hati Goes to Campus di University Club UGM (Universitas Gadjah Mada) dibuka secara Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono itu berlangsung atraktif dibawah panduan moderator Bayu Setiono, presenter berita Kompas TV.

Hadir juga dalam kesempatan itu, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tabanan di bawah pimpinan Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tabanan, serta para akademisi baik dosen maupun mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta.

Sedangkan narasumbernya terdiri dari Dosen FISIP UGM Dr Arie Sujito, S.Sos, M.Si; Direktur INDEF Dr. Enny Sri Hartati; Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Drs. Dumairy, M.A.

Sementara para pemrasaran antara lain Rektor Janabadra Ir Cungki Kusdarjito, Ph.D; Direktur IRE DIY Sunaji Zamroni, LSM IDEA DIY Wasingatu Zakiyah, S.H, M.H. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi