Aktivis Sebut Demo Simbol Palu Arit Ganggu Kenyamanan Pariwisata Banyuwangi

Rabu, 27 September 2017 : 06.52
ilustrasi
BANYUWANGI - Aksi mobilisasi massa secara terus menerus setiap kali sidang pengadilan perkara simbol palu arit di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur dikhawatirkan selain melahirkan teror sosial juga akan mengganggu kenyamanan berwisata.

Aktifis Forum Pancasila Banyuwangi Tawali Datuganggas menilai mobilisasi massa secara terus menerus apalagi berbau PKI tentu saja melahirkan teror atas ketertiban sosial dan "security high cost".

Menurut Tawali, bukan hanya mengganggu netralitas peradilan dan kemandirian hakim, tetapi juga pembodohan karena mengeksploitasi dan mengadu domba warga.

"Bukan hanya lantaran tingginya biaya pengamanan tetapi juga dampaknya yang menyebarluaskan kecemasan dan ketidaknyamanan terutama soal teror komunisme," ujar Tawali dalam siaran persnya diterima Kabarnusa.com, Selasa (26/9/2017) .

Demo menunggangi perkara palu arit tentu saja merusak kenyamanan berwisata di ibukota Banyuwangi dan di berbagai obyek lainnya. Apalagi saat ini sedang berlangsung Tour d'IJEN, event internasional balap sepeda paling prestisius bagi Banyuwangi.

Jelas sudah mobilisasi masa mengadu domba warga adalah cara PKI merubuhkan persepsi berwisata dan berinvestasi aman nyaman di Banyuwangi, berdampak hancurnya pertumbuhan ekonomi warga Banyuwangi.

Untuk itu, sudah tepat masyarakat bersama aparat penegak hukum menutup semua kesempatan dibodohi dan diadu domba oleh anasir palu arit bertameng ragam LSM. Kata dia, menumpang pada mereka adalah semua kepentingan yang tidak pro rakyat Banyuwangi. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi