Ajak Masyarakat, KRI Pari Lakukan Pelayaran Kebangsaan di Perairan Bali

Senin, 25 September 2017 : 11.32
Pelayaran kebangsaan di perairan Tanjung Benoa Bali
DENPASAR - KRI Pari-849 yang sandar di Pelabuhan Benoa dikomandani Mayor Laut (P) Primayanta Maulana Malik melakukan Pelayaran Kebangsaan diikuti unsur pejabat TNI/Polri dan instasi terkait beserta masyarakat.

Kegiatan digelar perairan Tanjung Benoa Kabupaten Badung akhir pekan lalu Rangkaian pelayaran dalam rangka memperingati HUT TNI ke 72 dihadiri Danrem 163/Wsa Kolonel Arh. Gede Widnyana, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) GB. Oka, Danlanud Ngurah Rai Bali Kolonel Pnb. Wayan Superman.

Selain itu, hadir Danbekangdam IX/Udayana, Kapolsek Wilayah Laut Benoa, GM Pelindo III Cabang Benoa, Kepala PSDKP Benoa, KSOP Benoa, Perwira Staf Mako Lanal Denpasar, Ibu-ibu Jalasenastri Cabang 10 Korcab V DJAT, Mahasiswa dan Saka Bahari Lanal Denpasar serta unsur masyarakat.

Pada pukul 13.30 Wita sesampai kapal di perairan Tanjung Benoa dilaksanakan acara Tabur Bunga dan doa bersama dalam rangka HUT TNI ke 72 tahun 2017 yang diikuti oleh seluruh peserta pelayaran.

Danrem 163/Wsa yang mewakili Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Khomarudin Simanjutak yang didampingi Danlanal Denpasar serta Danlanud Ngurah Rai Bali menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI Angkatan Laut khususnya kepada Komandan Lanal Denpasar serta Komandan KRI Pari-849 yang telah menyediakan sarana berupa Kapal Perang.

Kapal perang itu membawa warga masyarakat serta para pejabat dilingkungan TNI/Polri serta pejabat sipil lainnya untuk bisa mengikuti pelayaran kebangsaan dalam rangka HUT TNI ke 72 ini.

“Saya berharap, dengan pelayaran kebangsaan ini, akan dapat membuka cakrawala yang lebih luas lagi tentang laut kita," harap Oka.

Pelayaran yang hanya sebentar ini diharapkan bisa mengenalkan disiplin dan wawasan kebangsaan kepada seluruh peserta. "Di kapal sipil ada disiplin yang wajib dipatuhi semua orang di kapal, tetapi di kapal perang lebih disiplin,” demikian Oka.

Di sisi lain Komandan KRI Pari-849 menyampaikan, KRI Pari adalah Kapal patroli Jenis PC 43 yang dilengkapi dengan Senjata Kanon Kaliber 30 mm sebagai senjata utama di haluan kapal dan Senjata Mesin Berat Kaliber 12.7 mm pada buritan kapal tersebut.

Badan kapal dibuat dari bahan Alumunium Marine Grade dan seluruh materialnya bersifat High Tensile Steel dengan panjang 44 meter dan lebar 7,4 meter.KRI Pari mampu menjelajah perairan dengan stabil hingga kecepatan 29 knots, didorong tiga mesin utama berkekuatan sampai dengan 1.800 HP.KRI.

Kapal perang ini berbahan bakar 50.000 liter dan bisa memuat 15.000 liter air itu juga sama-sama dilengkapi tujuh kamar perwira dan 26 unit kamar awak kapal.

Disamping sebagai kekuatan pertahanan keamanan dilaut kapal juga akan menjaga perairan Indonesia dari segala bentuk ancaman yang datangnya dari luar seperti tindak pidana perompakan, pencurian ikan dilaut serta penyelundupan bahan-bahan terlarang lainnya seperti Nakoba dan lain sebagainya demikian pungkasnya. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi