Wisman Semarakkan Kejuaraan Perahu Layar BritAma Sanur Villafge Festival 2017

Minggu, 13 Agustus 2017 : 14.04
DENPASAR - Santrian Regatta 2017, kejuaran perahu layar BritAma Sanur Villege Festival yang melombakan dua kelas perahu layar hobbiecat dan optimis diikuti 20 peserta nasional, Australia, Italia, dan Amerika Serikat.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati mengibarkan bendera start, Sabtu (12/8/2017). Para peserta pun mulai mengatur layar agar perahu melaju dari pantai Puri Santrian menuju pantai Inna Grand Bali Beach pergi-pulang dengan jarak tempuh sekitar 8 kilometer.

Ketua Panitia Santrian Regatta 2017, Wayan Sujana mengatakan, perairan Sanur sangat menunjang pelaksanaan lomba layar yang telah 3 kali digelar ini.

"Ombak yang datar dan bergelombang di beberapa tempat serta embusan angina yang konstan menjadi daya dukung utama dan ketertarikan para pelayar," kata mantan atlet layar ini.

Sanur yang pernah menjadi tempat penyelenggraan Wine Surfing Championship dan Asean Beach Games 2010 telah dikenal dunia sebagai tempat olah raga air terbaik.

Untuk itu, menurut mantan atlit wine surfing nasional yang menjuarai berbagai kompetisi dunia ini, ke depan Sanur Village Festival yang didukung penuh Santrian Group harus berani meningkatkan event ini menjadi open setingkat nasional bahkan international.

Senada dengan itu, Director Bali Surf and Sail AAB Dinata Kusumabahwa kejuaraan ini sangat mungkin untuk dikembangkan sebagai ajang kejuaraan nasional bahkan dunia. Kesiapan dan pengalaman Sanur sebagai tuan rumah beberapa event sail juga sangat mendukung.

"Yang jelas melalui kejuaraan perahu layar Santrian Regatta 2017 kami ingin membidik atlit-atlit layar muda atau junior sebagai proses regenerasi atlit senior yang ada," tuturnya.

Sementara Managing Director Santrian Group Ida Bagus Ngurah Kumbayana atau lebih dikenal Gus Ngurah mengatakan olah raga air khususnya di Sanur yang telah menjadi daya tarik pariwisata sejak dulu harus dikembangkan lebih baik.

Sanur tidak boleh dilupakan atas lahirnya atlit-atlit layar kelas dunia seperti Oka Sulaksana dan Wayan Sujana. Untuk itu kejuaraan perahu layar Santrian Regatta 2017 diharapkan menjadi salah satu barometer kejuaran perahu layar di Bali.

"Saya sangat berharap ke depan muncul atlit-alit muda yang dapat mengharumkan nama Bali seperti pendahulunya," imbuhnya.

Di beberapa tempat event sekelas kejuaraan perahu layar Santrian Regatta 2017 sangat sering di selenggarakan, dan untuk Bali sendiri hanya setahun sekali, untuk itu Dinata Kusuma sangat berharap pengusaha pariwisata lainnya seperti Santrian Group dapat mendukung kegiatan semacam ini.

Khusus bagi pemerintah tentu sangat diharapkan campur tangannya, ke depan kejuaraan perahu layar akan semakin meriah dan menjadi sirkuit sekaligus evaluasi peningkatan prestasi atlit Bali.

Sasi dan Avalon peserta anak-anak dari Australia yang turun di kelas optimis merasa senang dan bangga dapat mengikuti event ini. Dia akan bersaing dengan para peserta nasional dan Bali untuk mendapatkan tempat terbaik.

Sementara atlit junior Bali Hazel asal Buleleng yang telah mengikuti berbagai event di Asia dan Australia yang turun di kelas hobiecat merasa yakin dapat menaklukkan angin dan mendapat tempat posisi terbaik di garis finish. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi