Terima Senjata Api, Gubernur Pastika Ogah Wariskan Pistol kepada Keluarga

Jumat, 11 Agustus 2017 : 05.43
Pangdam Udayana Mayjen Komaruddin menyerahkan pistol kepada Gubernur Bali Mangku Pastika dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Makodam Udayana
DENPASAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menerima satu pucuk senjata api jenis pistol P3A dari Panglima TNI yang diserahkan Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak sebagai bentuk penghargaan usai mengikuti pelatihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI 2017 di Natuna, Kepulauan Riau.

Selain Gubernur Pastika, senjata api jenis sama dari Panglima TNI itu juga diberikan kepada Gubernur NTB dan NTT di Makodam Udayana, Kamis (10/8/2017). Gubernur Frans Lebu Raya berkesempatan hadir menerima pistol dan jaket militer sedangkan Gubernur NTB Tuan Guru Zainul Majdi berhalangan hadir karena sakit.

Pangdam Komaruddin menjelaskan, bersama para gubernur se Indonesia mengikuti pelatihan PPRC 19 Mei 2017 dengan sungguh-sungguh secara tulus sehingga TNI memberikan penghargaan kepada mereka.

"Penyerahan senjata api itu diberikan kepada seluruh gubernur di Indonesia yang mengikuti pelatihan PPRC di Natuna pada Jumat (19/5). Senjata api berwarna hitam tersebut merupakan senjata api buatan PT Pindad jenis pistol P3A itu memiliki peluru 20 berkaliber 7,65 milimeter.

Senjata api beserta amunisinya diberikan kepada gubernur tersebut bukan merupakan standar TNI karena memiliki nomor seri tersendiri. "Penyerahan senjata itu tidak ada kaitannya dengan ancaman keamanan kepada gubernur tersebut namun murni pemberian penghargaan telah mengikuti pelatihan," tandasnya lagi.

Selain itu, status senjata itu bukan pinjaman namun milik pribadi para kepala daerah. Penyerahan dipublikasikan kepada media juga diharapkan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa pemimpin daerahnya memiliki senjata, sekaligus sebagai kontrol masyarakat.

Jika gubernur tersebut sudah tidak menjabat lagi, maka akan dikontrol Korem setempat termasuk mengawasi keberadaan senjata itu.

Ditambahkan Komaruddin, jika gubernur ingin menyerahkan senjata api itu kepada orang lain atau kepada aparat berwenang termasuk peruntukannya, harus dilengkapi perizinan kepada aparat berwenang.

"Senjata itu digunakan, (maka) izin lagi. Misalnya mau latihan menembak, nanti kami siapkan," imbuhnya. Gubernur Pastika mengaku berterima kasih diberikan penghargaan berupa senjata api yang akan dipergunakan sebagaimana peruntukannya.

Dia juga mengaku bisa mengikuti kegiatan latihan bersama pasukan tanpa ada perlakuan khusus sama seperti gubernur lainnya meskipun dia termasuk peserta paling tua bersama GUbernur Awang Faruk.

Soal batasan-batasan yang diberikan dalam penggunaan senjata itu, Gubernur Pastika mengaku sudah sangat mengetahui bagaimana penggunaannya. "Saya pegang senjata sejak dari tahun 1974, kaliber kecil kok tidak boleh diwariskan, kembalikan kepada negara lah," tukasnya. (rhm).

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi