Sumber Energi Baru Melimpah, Kendaraan Listrik Diyakini Berkembang di Indonesia

Minggu, 27 Agustus 2017 : 21.37
Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Presiden Institut Otomotif Indonesia Made Tangkas 
DENPASAR - Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah yang bisa dipergunakan sebagai energi baru untuk mendukung program pemerintah dalam mendorong berkembangnya kendaraan berbahan bakar listrik.

Presiden Institut Otomotif Indonesia Made Tangkas mengungkapkan, rencana perlunya mengembangkan kendaraan listrik ke depan perlu mendapat dukungan semua pihak.

"Saya lihat ini bagus ya, kita dukung program pemerintah dalam mengembangkan industri otomotif di Tanah Air yakni kendaraan listrik," jelas Tangkas dalam sebuah kesempatan di Nusa Dua baru-baru ini.

Menurut Tangkas, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam melimpah ruah yang bisa mendukung pengembangan energi kelistrikan apakah berbentuk fosil maupun energi baru dan terbarukan.

Sebut saja, potensi energi panas bumi gheotermal dan lainnya. Semua dukungan sumber daya alam itu tentunya bisa diolah agar nantinya bagaimana bisa menjadi penggerak energi listrik di Indonesia.

Tangkas menegaskan, Bali yang dikenal pulau yang sudah memiliki posisi startegis ini, nantinya jelas bisa menjadi tempat atau pilot proyek bagaimana kendaraan itu bisa digunakan di Bali yang juga bisa membantu program pemerintah untuk kendaran listrik tersebut.

Menteri ESDM Ignasius Jonan sebelumnya juga menandaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar Indonesia tidak tertinggal dalam penggunaan kendaran listrik seperti yang sudah dilakukan negara-negara lain di dunia termasuk negara maju.

Untuk itu, langkah yang mendesak dibuat dengan merancang peraturan pemerintah sebagai ragulasi yang akan mengatur hal itu. Sejauh ini, rancangan regulasi itu sudah beberapa kali dibahas dan nantinya akan dibawa ke Rapat Terbatas kabinet untuk dilakukan pembahasan.

Pembahasan itu sebelum nya melibatkan mayoritas stakeholder masyarakat yang diwakili lima pemimpin redaksi, yang memberikan masukan bagaimana baik dan bagusnya regulasi yang akan dibuat.

Demikian juga, pelibatan pemangku kepentingan lainnya mulai Dewan Energi Nasional, Gaikindo, PLN hingga Pertamina

"Pak Jokowi menghendaki agar dibuat drafting yang nantinya akan dibawa dalam Ratas dibahas, ada saran kita tidak akan burtu buru tetapi jangan kelamaan," tandas mantan Menhub itu.

Yang pasti, Jokowi menginginkan regulasi yang dibuat harus sederhana dan lebih memberikan insentif. Itu semua sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam mengurangi pencemarasan lingkungan terutama yang diakibatkan oleh energi gas buang.

Selain itu, langkah tersebut juga bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi listrik yang dihasilkan oleh energi panas bumi, gas dan lainnya.

Dengan begitu, bisa dikembangkan di Indonesia sehingga bukan saja sebagai basis produksi melainkan juga sebagai basis teknologi. "Mudah-mudahan regulasi itu bisa secepatnya kelar akhir tahun ini," demikian Jonan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi