Sebulan Menghilang, Warga Tabanan Ini Ditemukan Sudah Membusuk

Sabtu, 12 Agustus 2017 : 21.40
Kapolsek Selemadeg Kompol I Ketut Sukanada didampingi saksi dan  petugas medis saat melakukan pemeriksaan jasad yang sudah membusuk
TABANAN - Ni Nyoman Meni (41), warga Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali yang dilaporkan hilang sekitar sebulan yang lalu, ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dan membusuk di sebuah kebun, Sabtu (12/8/2017) pagi sekitar pukul 10.00.

Informasi di lapangan, jasad Nyoman Meni ditemukan kali pertama oleh Ni Wayan Satri alias Mak Alus (60) yang tengah mencari kayu bakar di kebun milik I Nengah Lantur alias Mangku Oki.

Saat menyusuri areal di kebun tersebut, tiba-tiba Mak Alus mencium bau busuk menyengat hidung dari arah semak-semak. Merasa penasaran, Mak ALus lantas mendekati sumber bau di balik kerimbunan semak.

Ketika kerimbunan semak disibak, Mak ALus merasa terkejut karena sumber bau tersebut adalah sosok mayat yang sudah membusuk. Melihat hal tersebut, Mak Alus lantas memberitahukan penemuan mayat tersebut ke warga sekitar.

Di antara warga ada yang lantas melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Selemadeg.

Kapolsek Selemadeg, Kompol Ketut Sukanada seijin Kapolres Tabanan saat dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat yang sudah membusuk tersebut. "Betul, saya sendiri yang langsung memimpin anggota turun ke lapangan," katanya.

Menurut Kapolsek Sukanada, berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, dipastikan bila mayat yang telah membusuk tersebut adalah Ni Nyoman Weni yang dilaporkan hilang sekitar sebulan yang lalu. 

"Salah seorang saksi I Ketut Kawinaya yang juga adik kandung korban, memastikan bila mayat yang telah membusuk tersebut adalah Ni Nyoman Weni yang menghilang karena gangguan sakit ingatan sekitar sebulan lalu," katanya.

Keyakin tersebut setelah saksi melihat ciri-ciri korban serta sejumlah barang yang dikenakan korban di antaranya adalah sandal jepit warna putih dengan tali merah pemberian dari saudaranya.

Demikian juga gelang benang putih yang ada di pergelangan tangan kanan korban, yang dipasang saat habis sembahyang sebelum korban menghilang.

"Hasil koordinas pihak keluarga dengan tokoh adat dan mangku dalem atas nama Made Nuada, jenasah korban langsung akan dikebumikan di kuburan Banjar Bonian," pungkasnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi