Sebanyak 19 Negara Ramaikan Sanur International Kite Festival 2017

Senin, 07 Agustus 2017 : 14.57
DENPASAR - Sebanyak 19 negara mengikuti Sanur International Kite Festival (SIKF) 2017, yang pembukaan ditandai menaikan layangan Naga, di Pantai Mertasari Sanur akhir pekan lalu.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawiaya Mantra membuka SIKF 2017 yang dipadati ribuan masyarakat dan para peserta dalam dan luar negeri

Beberapa peserta juga terlihat sibuk mempersiapkan layangannya yang akan dinaikan. Berbagai jenis layangan yang tampil seperti layangan tradisional Bebean, Pecukan dan layangan kreatif dan kontemporer.

Event SIKF ini di selenggarakan, Minggu (7/8) ini di ikuti 64 peserta dari 19 negara dan 58 peserta dari berbagai kota di Indonesia.

Rai Mantra mengapresiasi dan mendukung berbagai kreativitas di Kota Denpasar seperti Event Sanur Village Festival yang dirangkai dengan berbagai kegiatan, dalam hal ini salah satunya adalah Sanur International Kite Festival yang secara rutin diadakan setiap tahun.

"Selain mendukung pelestarian kebudayaan memainkan layang-layang juga berdampak ekonomis, apalagi event ini bisa mendatangkan rare angon mancanegara", ucap Rai Mantra.

Ketua Panitia SIKF 2017 Kadek Dwi Armika mengatakan, festival ini merupakan bagian dari Sanur Village Festival yang memadukan seni, aerodinamika, budaya, termasuk filosofi, sejarah dan imaji inovatif.

Dalam event ini akan ditampilkan garapan kesenian pageleran Wayang udara terbang malam bertajuk " Sutasoma" karya Mpu Tantular yang bertemakan Bhineka Tunggal Ika yang merupakan semboyan NKRI.

Pagelaran cerita Raja Sutasoma tersebut akan menampilkan 32 lakon layangan wayang karya pelayang dari berbagai kota. "Event ini memberikan ruang kreativitas mempertemukan pelayang daerah Bali-Nasional dan Internasional," ujarnya.

Ketua Panitia Sanur Village Festival (SVF) Ida Bagus Gede Sidharta Putra berharap, acara ini mampu memunculkan gagasan baru dalam rangka mengembangkan kreasi layang-layang untuk menunjang industri ekonomi kreatif.

Selain membantu kepariwisataan, pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.

Perwakilan Peserta Nasional Sari Majid mengaku bahwa festival ini sangat luar biasa, karena festival terbesar layangan itu hanya ada di Bali. Ajang ini, juga rangkaian acara untuk menyambut kalender tahunan Sanur Village Festival 2017.

Pihaknya berharap ke depan semua provinsi yang ada di Indonesia bisa mengikuti event ini.

Agar Provinsi lainnya bisa mengadopsi hal-hal positif seperti ini untuk daerahnya, karena menurutnya kekuatan Bali itu sesungguhnya layangan itu tidak semata hanya sebuah permainan tapi sebuah Tradisi yang di kemas begitu menarik sehingga menarik Negara lain untuk mengikuti event ini.

"Event ini akan sangat berdampak pada Pariwisata dan Ekonomi Bali karena 19 Negara yang mengikuti event ini dan mereka peserta sudah tiba di Blai satu minggu sebelum event ini berlangsung," imbuhnya. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi