Sambangi Kediaman Fatmawati, Mensos Khofifah Jahit Sang Saka Merah Putih

Sabtu, 12 Agustus 2017 : 19.58
BENGKULU - Spirit kebangsaan dirasakan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi kediaman Ibu Fatmawati Soekarno di Bengkulu sehingga dia tergerak menjahit Sang Saka Merah Putih sebagaimana dilakukan istri Proklamator Soekarno.

"Di sini kita bisa merasakan semangat kebangsaan, bagaimana bendera merah putih dijahit Ibu Fatmawati Soekarno. Bendera Merah Putih tidak sekedar identitas bangsa tapi simbol kedaulatan bangsa dan negara," ungkap Khofifah di Bengkulu, Sabtu (12/8/2017).

Karenanya, Khofifah menyempatkan diri menjahit bendera merah putih di kediaman Ibu Fatmawati tersebut. Kemudian, hasil jahitannya akan dibawa pulang ke Jakarta.

Dia mengungkapkan, meskipun mesin jahit digunakan sangatlah sederhana, masih menggunakan tangan untuk memutar roda jarum, namun dirasakan betul semangat juang kemerdekaan 17 Agustus 1945 ditengah keterbatasan saat itu.

Diketahui, bendera Merah Putih hasil jahitan Ibu Fatmawati tersebut dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan diiringi lagu Indonesia Raya.

"Ini momen yang baik bagi kita semua karena tidak lama lagi Indonesia merayakan HUT ke 72. Di tempat inilah Ibu Fat menjahit bendera pusaka. Dari tempat ini, semoga kita semua bisa menguatkan semangat merah putih dalam hati, pikiran dan prilaku kita," tuturnya.

Karenanya, dia berharap Bendera Merah Putih tidak saja berkibar di halaman-halaman rumah, instansi maupun ruas-ruas jalan, namun juga senantiasa ada di hati masing-masing rakyat Indonesia.

Baginya, mengibarkan bendera Merah Putih, berarti pula mengibarkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan nasionalisme yang tinggi terhadap NKRI.

Kedatangan Khofifah datang ke Provinsi Bengkulu dalam rangka menghadiri rapat koordinasi verifikasi dan validasi data perluasan bantuan sosial non tunai PKH serta bantuan pangan non tunai serta pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap ke III di Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara.

Adapun, total bantuan yang disalurkan senilai Rp23 Miliar kepada 17.072 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di provinsi berjuluk Bumi Raflesia tersebut. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi