Presiden Jokowi Sebut Momentum Pertumbuhan Ekonomi RI Sangat Baik

Sabtu, 05 Agustus 2017 : 00.23
Presiden Joko Widodo membuka Rapimnas I Partai Hanura di Hotel The Stone Bali
KUTA - Presiden RI, Joko Widodo menegaskan saat ini momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia pada posisi yang sangat baik bila dibandingkan negara lainnya sehingga ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya demikian juga ini momentum kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Survey dilakukan Gallup World Poll dan OECD, menempatkan Indonesia di peringkat pertama di antara negara-negara lain, di atas Swis, India, Luxemburg dan lainnya," kata Presiden RI, Joko Widodo saat membuka Rapimnas di The Stones Hotel Legian, Bali, Jumat (4/8/2017).

Turut hadir pada pembukaan Rapimnas I Partai Hanura Menko Polhukan Wiranto dan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.

Jokowi menekankan, momentum ini harus dapat dimanfaatkan, jangan sampai dalam negeri sendiri ada pesimistis, sedangkan negara lain melihatnya sebagai peluang. Indonesia menduduki peringkat pertama untuk Trust and Confidence in National Government berdasarkan Gallup data.

Data tersebut dikeluarkan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) dalam publikasinya berjudul ‘Government at a Glance 2017’, yang dipublikasikan pada Senin (17/7) lalu.

Kepercayaan terhadap pemerintah adalah pendorong efektivitas pemerintah dan pembangunan ekonomi, serta merupakan ukuran dari hasil kebijakan pemerintah.

Hal tersebut pertanda bahwa pemerintah telah bekerja dengan baik yang diikuti oleh apresiasi masyarakat Indonesia yang menaruh kepercayaan terhadap pemerintahnya.

"Untuk itu saya mengingatkan kita semua, jangan sampai kita terjebak pada pesimisme yang kita buat sendiri, hati-hati, harusnya yang kita bangun adalah optimisme publik, optimisme masyarakat," tegasnya.

Jokowi menegaskan, ke depan, pembangunam infrastruktur yang telah dilaksanakan akan terus dilakukan. Itu untuk kesejahteraan dan daya saing dalam rangka persaingan global yang mau tidak mau harus dihadapi. Perubahan-perubahan dunia saat ini betul-betul nyata.

"Perlu saya mengingatkan kepada kita semuanya, bahwa lima-sepuluh tahun berikutnya yang akan datang, sekarang sudah muncul Generasi Y, yang akan mempengaruhi pasar, akan mempengaruhi landscape politik, landscape ekonomi kita. Untuk itu kita harus siap menghadapi transisi-transisi ini," jelasnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi