Polda Bali Musnahkan Ribuan Liter Arak dan 668 Butir Ekstasi

Selasa, 15 Agustus 2017 : 18.18
DENPASAR - Polda Bali memusnahkan barang bukti maupun barang temuan diantaranya 668 butir pil ekstasi dan 4.212,9 liter arak tradisional Bali hingga 1.732 botol miras impor.

Pemusnahan narkoba dan miras digelar dalam rangka HUT Kemerdekan Republik Indonesia ke-72, Polda Bali menggelar pemusnahan barang bukti narkotika, miras dan bahan berbahaya di halaman belakang Mapolda Bali, Selasa (15/8/2017).

Kapolda Bali Irjen Dr. Petrus Reinhard Golose memimpin kegiatan didampingi Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana. Acara dihadiri Ketua MUDP Provinsi Bali Jero Gede Suwena, Kabid Berantas BNNP Bali, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Wakajati Bali dan Pejabat Utama Polda Bali.

Rincian barang bukti maupun barang temuan narkoba yang dimusnahkan terdiri dari ganja sebanyak 7.960,64 gram dan satu buah pohon ganja setinggi 1,35 meter, shabu (methamphetamine) sebanyak 1.187,55 gram, ekstasi (amphetamine) sebanyak 668 butir, miras jenis arak sebanyak 4.212,9 liter dan miras import sebanyak 1.732 botol.

Penandatangan berita acara pemusnahan barang butki dilakukan sebelumnya oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Bali disaksikan oleh Kapolda Bali, Wakajati Bali, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar dan Perwakilan BPOM.

Irjen Golose mengatakan, perkembangan perjalanan penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba berdasarkan data di Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali bahwa pengungkapan dari bulan Januari sampai dengan Juli 2017, mengalami kenaikan signifikan.

"Jumlah barang bukti narkotika dan tersangka yang terus meningkat dibandingkan tahun lalu," ungkap alumnus Akpol 1988 itu.

Jika dilihat dari barang bukti narkotika yang telah disita di wilayah hukum Polda Bali mengindikasikan adanya ancaman serius bagi kelangsungan generasi dan masa depan bangsa.

Ia menambahkan, jumlah permintaan terhadap barang narkotika semakin meningkat, menjadikan Bali sebagai lahan bisnis yang sangat menjanjikan untuk meraup hasil penjualan bagi bandarnya.

Tidak hanya itu, kuatnya jaringan sindikat peredaran dan perdagangan gelap narkotika serta prekusor narkotika dalam melakukan aktivitasnya yang tidak mengenal batas tempat, wilayah dan usia.

Kondisi itu menyebabkan hambatan dan tantangan bagi jajaran Polda Bali dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Bali. Pemahaman yang keliru tentang penyalahgunaan narkotika telah sering disosialisasikan kepada masyarakat melalui ceramah, penyebaran brosur dan interaktif di media elektronik.

Kegiatan pemusnahan barang bukti dan barang temuan narkoba merupakan suatu langkah yang sangat strategis. Di lingkungan Polri pemusnahan terhadap barang bukti yang telah memenuhi persyaratan, dilakukan terprogram setiap tahunnya.

Hal ini sebagai upaya untuk menghindari hilangnya barang bukti, berubahnya barang bukti dan berkurangnya barang bukti.

Selain itu, menghilangkan kesempatan dan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba oleh para anggota Polri atau lingkungannya, sehingga secara tidak langsung kegiatan ini dapat melindungi anggota Polri dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

"Mari berkomitmen menjauhkan diri dari narkoba dan bersama kita berantas narkoba hingga ke akar-akarnya. Jadikan generasi muda sebagai tulang punggung negara terhindar dari penyalahgunaan narkoba," harapnya.

Kemudian, Kapolda beserta para undangan lainnya bersama-sama memusnahkan barang bukti narkoba dengan cara memasukan narkoba tersebut ke dalam mesin incinerator milik BNNP Bali serta barang bukti miras. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi