Pelajar SMKN 3 Tabanan Tewas di Jalur Tengkorak

Sabtu, 05 Agustus 2017 : 05.50
Kondisi korban yang meninggal usai kecelakaan di jalur tengkorak (Foto: Polsek Seltim)
TABANAN - Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang mengakibatkan pelajar meninggal kembali terjadi di jalur tengkorak, yakni di jalan raya antara Denpasar - Gilimank (Bali) yang selama ini dikenal sebagai jalur rawan lakalantas.

Kali ini, seorang pelajar SMK Negeri 3 Tabanan kelas 8, I Gede Galih Putra Wiarsa (16) yang mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol DK 4245 HS, tewas setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Denpasar – Gilimanuk KM 32,800 termasuk Wilayah Banjar Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Kamis (3/8/2017) sekitar pukul 16.00.

Pelajar yang masih di bawah umur ini, saat mengendarai motor tidak mengenakan helm, tanpa SIM dan STNK. Akibat lakalantas, mengalami luka sembam pada wajah, tangan kanan lecet dan diduga tewas di lokasi kejadian.

Informasi di lapangan, korban yang beralamat di Banjar Bantas Gelogor, Desa Bantas, Selemadeg Timur itu, mengendarai motor dari barat jurusan Gilimanuk ke Denpasar dalam keadaan cuaca hujan rintik-rintik dan jalan dalam keadaan basah.

Setiba di TKP, tepatnya di barat jembatan short cut Megati, saat memasuki jalan menurun dan kondisi jalan yang aspalnya terkelupas serta bergelombang, korban mendadak melakukan pengereman.

Diduga karena cuaca hujan, jalan licin dan pandangannya terganggu saat melakukan pengereman mendadak, korban tidak dapat mengendalikan motor tersebut sehingga terpeleset dan korban jatuh dalam keadaan tertelungkup di badan jalan dan meninggal dunia di TKP

Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Gede Surya Kusuma saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut dan mengaku sangat prihatin karena korban belum cukup umur.

"Kecelakaan akibat Out of Control, korban tidak menguasai kendaraannya. Saya merasa sangat prihatin karena korban masih belum cukup umur mengendarai kendaraan," katanya.

Menurut Kapolsek Surya Kusuma, pihaknya sudah sering melaksanakan pembinaan berupa penyuluhan dan upaya preventif, guna mencegah kejadian lakalantas terhadap anak-anak sekolah.

"Upaya preventif berupa penyuluhan sampai upaya penindakan berupa tilang, sesuai kebijakan Kapolres Tabanan sudah sering kami lakukan. Namun masih ada saja pelajar yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor," katanya prihatin. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi