Pelajar Bali Bertekad Pertahankan Juara Olimpiade Halal

Sabtu, 26 Agustus 2017 : 19.30
DENPASAR - Untuk keempat kalinya LPPOM MUI menggelar kompetisi Olimpiade Halal 2017 antar SMU/sederajat di Denpasar pada, Sabtu (26/8/2017). Menggandeng Hoka-Hoka Bento Teuku Umar diikuti pelajar dari enam sekolah.

Sosialisasi dan edukasi halal juga diberikan kepada kalangan remaja (pelajar), juga untuk mempertahankan predikat juara yang Bali sandang empat kali berturut-turut.

Selain, sosialisasi dan edukasi halal di kalangan remaja (pelajar), juga untuk mempertahankan predikat juara yang Bali sandang empat kali berturut-turut.

Tema yang diusung tahun ini “Mencetak Generasi Muda Loyal Produk Halal”. Olimpiade Halal yang diawali tahun 2014 ini, mengalami peningkatan keikutsertaan peserta yang sangat signifikan dari tahun ke tahun penyelenggaraannya.

Direktur LPPOM MUI Provinsi Bali, Aji Pamungkas, S.Si., Apt, menegaskan pentingnya pendidikan kehalalan dan kethoyiban (kebaikan) bagi para peserta.

"Harapan kami dengan acara ini bisa meningkatkan pengetahuan siswa tentang produk halal," terangnya kepada awak media baru-baru ini.

Lanjutnya, sekolah yang berpartisipasi dalam olimpiade gelombang kedua dan ketiga diantaranya, SMA Muhammadiyah 1 Denpasar, SMK Muhammadiyah Denpasar, MA Al-Muhajirin Denpasar, MA Hidayatullah Denpasar, MA Tawakkal Denpasar, MA Al-Ma'ruf Denpasar.

Dengan total yang hadir sebanyak 140 pelajar. Selain, sosialisasi dan edukasi halal di kalangan remaja (pelajar), juga untuk mempertahankan predikat juara yang Bali sandang empat kali berturut-turut.

Sekolah-lainnya dari Buleleng, Tabanan, Jembrana. Mereka melakukan ujian lomba sendiri Selasa & Kamis yang lalu. Jadi, total jumlah peserta se- Bali sebanyak 260 pelajar, yang akan berkompetisi dengan 10 ribu pelajar di Indonesia.

Aji menjelaskan, pelaksanaan Ujian Olimpiade Halal diselenggarakan secara online, yang dapat diikuti peserta langsung dari sekolah/rumah/tempat masing-masing melalui HP, tablet, komputer, atau gadget lainnya yang tersambung secara online.

Bagi Provinsi Bali, tahun ini merupakan keikutsertaaan yang keempat kalinya.

Kendatipun jumlah siswa muslim di Bali lebih sedikit dibanding dengan daerah-daerah lain yang mayoritas penduduknya adalah muslim, namun siswa-siswa utusan Bali telah berhasil meraih berbagi juara di setiap tahun penyelenggaraan Olimpiade Halal.

"Tahun lalu Bali berhasil meraih Juara Umum Olimpiade Halal bersaing dengan ribuan siswa peserta," tegas Aji.

Babak penyisihan dilaksanakan tanggal 25 Juli - 2 September 2017 sesuai dengan gelombang yang ditentukan, sambung Aji. Dari Babak penyisihan akan dipilih 100 peserta yang akan mewakili tiap provinsi dan menempuh babak final pada tanggal 23 September 2017.

Seluruh proses dari pendaftaran sampai final dilakukan dengan mengakses website www.halolppommui.com. Buku panduan pendaftaran terlampir dan materi yang diujikan juga dapat didownload di website yang sama setelah peserta menyelesaikan proses pendaftaran.

"Para pemenang akan diumumkan pada bulan Oktober 2017, dan para juara akan difasilitasi ke Jakarta untuk melakukan wisata halal dan penyerahan hadiah di Gedung SMESCO, Jakarta pada tanggal 16 November 2017," tegasnya lagi.

Salah seorang peserta dari kelas 12 IPA MA Tawakkal Denpasar, M. Adrian R. mengungkapkan alasan dan harapannya mengikuti olimpiade ini. Serta, persiapan yang telah dilakukan seperti mencari tahu makanan apa saja yang ada di Indonesia dan mencari tanda-tanda kehalalan suatu produk.

"Saya ingin mencoba seberapa besar keilmuan saya dalam tau kehalalan-kehalalan yang ada di Indonesia. Dan harapannya saya bisa jadi juara dan membawa nama Tawakkal ke nasional," tandas Adrian.

Mereka melakukan ujian lomba sendiri Selasa & Kamis yang lalu. Jadi, total jumlah peserta se- Bali sebanyak 260 pelajar, yang akan berkompetisi dengan 10 ribu pelajar di Indonesia. (mal)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi