Pasca Terjangan Banjir, Jembatan Antar-Desa di Buleleng Belum Diperbaiki

Minggu, 06 Agustus 2017 : 23.07
BULELENG - Pasca ditejang banjir februari 2017 jembatan penghubung antara Desa Bebetin-Pakisan- Bontiin dan Tamblang Kabupaten Buleleng hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah setempat.

Jembatan yang dibangun dengan dana swadaya dari masyarakat setempat dan bantuan dari Nyoman Tirtawan sebelum menjadi Anggota DPRD TK I Bali, panjang jembatan kini mencapai 18 meter sebelumnya adalah 12 meter dengan dua tiang pancang di bawah jembatan.

Pembangunan kembali jembatan perbatasan Desa Bebetin dan Pakisan pasca banjir oleh warga, seiring pesatnya perekonomian di desa itu. Warga urunan memperbaiki agar anak-anak mereka bisa bersekolah melewati jembatan darurat itu.

Pemerintah desa Dinas Pakisan pun telah membantu pengerjaan jemabtan itu senilai lima ratus ribu, jika tak diperbaiki mereka harus melingkar menempuh jarak yang sangat jauh.

Mengingatkan pentingnya fungsi jembatan itu, warga sangat berharap agar secepatnya pemerintah kabupaten melalui dinas PUPR menangani. Pasalnya, jembatan itu memghubungkan tiga desa dan Kecamatan Kubutambahan.

Jika kondisi seperti itu terus dibiarkan maka perekonomian di tiga desa itu akan semakin lumpuh, hal ini diucapkan salah seorang warga yang sering melintasi jembatan itu dan kelian Adat Desa Pakraman Bebetin Made Susila.

Sebelum banjir Februari lalu pemerintah pernah melakukan penyervisan, bahkan kayu-kayunya juga diganti karena banyak yang sudah lapuk dan diatasnya dikasi aspal, harapan saya dan warga disini sih agar secepatnya diperbaiki kalau menunggu anggaran tahun 2018 semakin lumpuh perekonomian di sini.

"Jembatan itu menghubungkan beberapa desa dan Kecamatan Kubutambahan, takutnya jembatan itu jebol lagi karena besi yang kami pakai ada sambungan," ujar Susila, Minggu (6/8/217).

Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat Kabupaten Buleleng Ketut Suparta Wijaya tak menampik terkait kondisi jembatan penghubung Desa Bebetin-Pakisan-Bontiin, bahkan pihaknya beberapa kali telah melihat kondisi jembatan itu pasca diterjang banjir Februari lalu,

Pihaknya mencoba anggarkan dulu pembuatan DED nya di APBD Perubahan 2017 ini, dan kami programkan pembangunan fisiknya untuk bisa dikerjakan pada APBD induk 2018, dan itupun jika anggarannya tersedia.

"Kami cuman bisa mengusulkan, persoalannya anggaran itu bukan pada kami kewenangannya, kami usulkan anggaran itu senilai 2,7 miliar," jelas Wijaya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi