Pangdam IX Udayana Deteksi Keberadaan 50 Anggota ISIS di Bali

Senin, 14 Agustus 2017 : 21.25
Pangdam Udayana Mayjen Komaruddin bersama para prajurit TNI dalam kunjungan kerja di Buleleng
BULELENG - Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin mengungkapkan pihaknya sudah mendeteksi keberadaan 50 anggota organisasi teroris berbahaya di dunia Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang masuk di Pulau Bali.

Bangsa Indonesia kini "kondisinya bisa dikatakan "Lampu Kuning" terhadap potensi-potensi ancaman terorisme, radikalisme, termasuk keberadaan ISIS. Khusus di Bali, sebagai provinsi yang menjadi daya tarik pariwisata dunia, tentu menjadi sasaran target aksi para pelaku teror.

Tak heran jika, aparat Kodam IX Udayana mendeteksi, di Bali berdasarkan data, setidaknya ada 50 orang yang masuk dalam daftar anggota ISIS dan tersebar di beberapa tempat.

Hal itu disampaikanh langsung Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak saat melakukan kunker ke Kodim 1609/Buleleng, Senin (14/8/2017).

Kedatangan Pangdam Komaruddin guna meninjau kesiapan dan kedisiplinan anggota TNI dalam menjalankan tugas ke Negaraannya. Komaruddin menegaskan terhadap keberadaan 50 anggota ISIS ada di Bali ini, merupakan data yang diterimanya.

Dirinya pun tidak menutup kemungkinan, jumlah yang terdeteksi itu melebihi dari data yang masuk. Sebab, disinyalir masih ada beberapa anggota ISIS lainnya diluar dari 50 yang terdeteksi itu. Sehingga, kewaspadaan setiap wilayah diperlukan.

"Kalau itu dari data yang ada, mungkin lebih. Bandingkan seperti di Filiphina, dilaporkan ada 50 setelah darurat militer selama 10 hari, sudah 250 orang. Berarti sudah melebihi. Kalau kita analogikan, ini sudah 10 kali lipat," ujar Komaruddin di Kodim 1609/Buleleng.

Menurutnya, yang terpenting saat ini bagaimana melakukan sistem pengamanan, agar setiap wilayah bisa benar-benar aman dari adanya aksi terorisme maupun radikalisme. Bahkan dikatakan, dari TNI selalu bersinergi dengan Kepolisian termasuk Pemerintah Daerah, untuk melakukan pengamanan setiap wilayah.

"Jadi, apapun program pemerintah Polisi, 100 persen tentara mendukung progran itu," jelas Komaruddin.

Untuk di internal TNI, pihaknya menekankan setiap anggota TNI rutin melakukan patroli wilayah, dengan menyasar tempat-tempat yang dianggap menjadi persembunyian mereka (Anggota ISIS).

Tentunya, sambung dia, anggota TNI melakukan patroli secara bersama-sama dengan sistem atau pola tertentu.

"Seluruh prajurit harus melakukan patroli wilayah, secara rutin. Supaya tidak mencurigakan, agar patroli secara bersama-sama, itu harus setiap hari melaksankan patroli wilayah ke tempat-tempat yang menjadi sasaran," ujar Komaruddin.

Meski Kodam IX/Udayana menyatakan, mendeteksi ada 50 yang termasuk anggota ISIS berada di Bali. Namun Komaruddin enggan menyebutkan titik-titik keberadaan 50 orang yang disinyalir sebagai anggota ISIS.

"Itu yang 50, ada di beberapa tempat dan berada. Makanya, harus tetap waspada di setiap tempat," kata Komaruddin menegaskan. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi