OJK Ajak Masyarakat TInggalkan Budaya Konsumtif

Kamis, 24 Agustus 2017 : 00.00
DENPASAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menyambut hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-72 mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih maju dengan meninggalkan budaya konsumtif sebaliknya mengubah atau mulai melakukan sesuatu yang lebih produktif.

"Dimulai dari diri sendiri, lalu berbagi informasi dan bersama menjadikannya suatu budaya yang baik," jelas Kepala OJK Regional Bali Nusra Zulmi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/8/2017).

Salah satunya bisa buka usaha sendiri. Selain membuktikan eksistensi diri, kamu juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Selain itu, produktivitasmu sendiri yang akan menentukan besarnya pendapatanmu.

Jangan lekas puas dengan menjadi karyawan kecil dengan pendapatan bulanan yang segitu-gitu aja.

Di sisi lain, biasanya para pebisnis pemula punya kendala permodalan untuk memperbesar usahanya, apalagi untuk bersaing dengan pengusaha yang sudah punya modal lebih besar.

Sementara ide mencari pinjaman sering terpatahkan karena belum tau mau jaminin apa. Kendaraan belum punya, apalagi properti.

"Nggak perlu bingung, coba manfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR)," tandas Zulmi. Kredit sekilas terdengar seperti ‘ngutang’, sehingga meninggalkan kesan negatif bagi sebagian orang.

Padahal, nggak selamanya utang itu negatif, kok!. Selama dimanfaatkan untuk sesuatu yang mendukung produktifitasmu, dan selama usaha kamu memang memiliki kemampuan membayar yang baik/ feasible, sah-sah saja kalau kamu mau meminjam dana.

KUR adalah fasilitas pinjaman dana yang diberikan oleh perbankan kepada pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan Koperasi yang feasible tapi belum bankable.

Usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan debitur memiliki kemampuan untuk mengembalikan pinjaman, namun mempunyai keterbatasan dalam pemenuhan persyaratan yang ditetapkan perbankan misalnya belum memiliki agunan berupa aset tertentu.

Untuk memanfaatkan fasilitas KUR, debitur tidak diwajibkan untuk memberikan agunan tambahan, melainkan cukup agunan pokok berupa usaha yang layak dan sudah berjalan aktif selama 6 (enam) bulan, atau obyek yang dibiayai oleh KUR tersebut (untuk jenis KUR investasi).

Penting bagi bank untuk memastikan bahwa usahamu telah berjalan dengan aktif selama jangka waktu tersebut.

"Dalam penyalurannya, KUR dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung. Penyaluran KUR secara langsung dilakukan oleh UMKM dan Koperasi dengan cara mendatangi kantor cabang bank pelaksana," tuturnya.

Namun untuk mendekatkan pelayanan kepada usaha mikro, penyaluran KUR dapat dilaksanakan secara tidak langsung, yaitu melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan KSP/USP Koperasi, atau melalui linkage program lainnya yang bekerjasama dengan bank pelaksana.

UMKM dan Koperasi yang dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain, Perdagangan, termasuk kuliner dan eceran; Pengolahan, termasuk industri kreatif di bidang periklanan, fashion, film, animasi, video, dan alat mesin pendukung kegiatan ketahanan pangan dan lainnya.

Terhitung per tahun 2016, bunga KUR di bank telah menerima subsidi dari pemerintah sebanyak 13%. Hal tersebut berarti bunga KUR yang awalnya diberikan 22% pada tahun 2014, sudah turun menjadi 9%.

"Sayangnya, saat ini mungkin banyak masyarakat yang belum mengetahui KUR dan belum berani mengajukan kredit tersebut ke bank. Padahal, masyarakat Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjalankan usahanya dengan baik, bila dibimbing dan dibina," sambung Zulmi.

Untuk mendukung program KUR, berbagai sektor/ pihak mulai dari pemerintah, perbankan, lembaga penjamin kredit dan masyarakat, punya ‘pekerjaan’ penting.

Bagi anak muda yang baru ingin memulai usaha, agar menyesuaikan minat  dan maksimalkan setiap potensi yang ada pada dirimu. Tidak perlu takut untuk memulai, dan jangan ragu untuk mengikuti berbagai macam pendidikan atau pelatihan yang dapat mengingkatkan kemampuan usahamu.

"Persiapkan usahamu secara matang. Jika sudah berjalan aktif selama 6 bulan, kamu bisa menambah modal dengan KUR," tegasnya lagi. Zulmi meyakini, jika semua sektor mampu melakukan ‘pekerjaannya’ dengan baik, Indonesia pasti bisa menjadi selangkah lebih maju. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi