Mancing, Dua Wisman Afrika Terseret Arus di Perairan Nusa Penida

Rabu, 09 Agustus 2017 : 22.19
Wisman asal Afrika berhasil diselamatkan saat terseret arus di Nusa Penida
NUSA PENIDA - Saat asyik mancing, dua orang warga negara asing asal Afrika, Sean Sutton (22) dan Devin Grey (39) terseret arus di Perairan Pantai Atuh, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

Beruntung, akhirnya kedua wisman itu berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan.

Keterangan dihimpun, awalnya mereka bertiga mencari ikan dengan cara memanah sekitar pukul 15.00 Wita, Selasa (7/8/2017). Selama satu jam asyik mencari ikan di tengah laut itu, arus membawa mereka jauh dari bibir pantai.

Untungnya, Sean berhasil berenang dan menyelamatkan diri. Sementara Daniel Anderson (21) dan Devin Grey (39) hanyut hingga terdampar di bawah tebing karang.

Basarnas Kantor SAR Denpasar mendapatkan laporan atas kejadian nahas tersebut baru pagi tadi, Rabu (9/8/2017) sekitar pukul 05.00 Wita dari Kapolsek Nusa Penida, Ketut Suastika melalui telepon genggamnya.

Sebanyak 8 orang personil dari Kantor SAR Denpasar dan 2 orang Sabhara Polda Bali segera dikerahkan ke lokasi dengan menggunakan RIB 11 meter. Mereka bertolak dari Pelabuhan Benoa, dan dilengkapi peralatan SAR air, mountainering serta peralatan medis.

"Pada pukul 09.40 Wita, tim SAR tiba di Pantai Atuh, korban masih berada di bawah tebing dan telah ditangani oleh beberapa potensi SAR," sebut Kepala Kantor SAR Denpasar Didi Hamzar.

Disusunlah skenario awal untuk mengevakuasi target menggunakan RIB urung dilakukan, karena air dangkal sementara ombak tinggi. Lantaran dikhawatirkan kondisi tersebut dapat mengakibatkan RIB tersangkut dan terhempas.

Setelah berkoordinasi bersama potensi SAR lainnya, akhirnya diputuskan untuk mengevakuasi target melalui jalur darat menuju atas tebing.

Kemudian korban Daniel Anderson yang mengalami patah tulang pada tangan kanan serta paha kanan, dan Davin Grey hanya luka ringan. Target diangkat menggunakan tandu hingga samapai ke atas tebing. Proses evakuasi berhasil dilakukan pada pukul 10.50 Wita.

"Kedua WNA Afrika itu dibawa menuju Puskesmas Nusa Penida untuk mendapatkan penanganan medis. Menurut keterangan dari dokter yang menangani, terpantau kondisi mereka cukup stabil," imbuh Didi.

Selama operasi SAR berlangsung melibatkan tim SAR gabungan dari Polsem Nusa Penida, SAR Sabhara Polda Bali, Polair Polda Bali Pos Nusa Penida, TNI AL Pos Nusa Penida, Puskesmas Nusa Penida dan nelayan setempat. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi