Kawasan Wanagiri dan Munduk Menggeliat, Disparda Buleleng Diminta Responsif

Sabtu, 12 Agustus 2017 : 00.59
Salah satu obyek wisata selfie di Kecamatan Sukasada  Buleleng
BULELENG - Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng diharapkan segera merespons perkembangan kawasan Desa Wanagiri dan Munduk di Kecamatan Sukasada yang terus menggeliat seperti fenomena wisata foto selfie.

Keberadaan kawasan yang tiba-tiba booming menjadi area selfie dan foto bersama itu, sudah direspon dua Anggota DPRD Bali dapil Buleleng. Anggota Komisi I DPRD Bali Nyoman Tirtawan dan Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry.

Sugawa bahkan melakukan reses di Wanagiri, hasilnya mesti ada langkah cepat untuk menjadikan ODTW (Objek dan Daya Tarik Wisata). Sedangkan Nyoman Tirtawan mengharapkan agar ada langkah cepat Dinas Pariwisata (Disparda) Bali dan Disparda Buleleng.

"Mesti responsive, segera ada langkah yang cepat. Harus reaktif urusan yang seperti ini, jangan dibiarkan berkembang tanpa ada arah perencanaan yang tertata," jelas politisi asal Bebetin, Buleleng ini.

Tirtawan menambahkan, langkah serius mesti diambil, ketimbang nanti perkembangannya malah tidak terkontrol dan berkembang menjadi tidak tertata. Misalnya, sebagai contoh di Penelokan Kintamani.

Malah pemandangan yang indah tertutup oleh restoran yang dibangun dipinggir jurang.

"Namun penataan sudah sulit dilakukan. Jelas-jelas tidak mungkin ada bangunan di bibir jurang, karena ada mekanisme mengatur terkait dengan sempadan jurang," jelasnya kepada wartawan, Jumat (11/8/2017).

Harus ada langkah serius, untuk menata misalnya dibangun dan ditetapkan menjadi ODTW, selanjutnya dibuatkan Badan Pengelola seperti misalnya Pengelola Danau Beratan atau Badan Pengelola Tanah Lot.

"Tetapkan sebagai ODTW, kemudian bentuk Badan Pengelola. Tidak mungkin masyarakat yang melakukan itu, itu tugas pemerintah," sambungnya. Nantinya itu bisa diatur arah pengembangannya, jika dibiarkan seperti sekarang memang akan berjalan.

Arahnya tidak bisa dibangun secara tertata, nanti ujung-ujungnya bisa saja ada persaingan tidak sehat, bisa saja ada sistem keamanan yang tidak berstandard dan banyak lagi.

Walaupun masyarakat sudah menikmati hasil, namun jika dikelola dengan cara professional dan ada Badan Pengelola akan jauh lebih bagus lagi.

Ia menyarankan segera dilakukan rekayasa lalu lintas. Jadi dari arah Denpasar, mesti masuk ke kiri nanti setelah melewati kawasan Wanagiri – Munduk, dibuatkan jalan melingkar kearah jalur Singaraja.

Dengan begitu, jalur Wanagiri – Munduk bisa menjadi tempat istirahat sejenak sebelum melanjutkan ke Singaraja. Tentunya mesti dibangun dulu, rest area, areal parkir, pasar tradisional, hingga pasar seni dan penunjang lainnya.

"Ini yang diperlukan adanya pembangunan badan pengelola yang professional," tutupnya. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi