KAMMI Dewata Ajak Kaum Muda Dalami Ilmu dan Agama

Senin, 21 Agustus 2017 : 22.07
DENPASAR - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar kajian bagi mahasiswa dan pemuda muslim dengan tema "Istiqomah Karena Cinta".

Kegiatan bertempat di Masjid Sadar Sesetan Jalan Tegal Wangi Gang Kenanga, Denpasar, Bali belum lama ini. Dikuti Kader KAMMI Se-Bali, remaja Masjid. Kajian didukung Komunitas Pecinta Film Islami (KOPFI) Bali dan Yuk Ngaji

Pemateri Ustadz Nur Asyur dalam kajian ini. Ustadz Nur Asyur memaparkan Istiqomah harus harus didahului dengan doa. Bagi seorang Muslim yang ingin Istiqomah di jalan Allah harus didahului doa tulus dan semata-mata dilandasi cinta kepada Allah.

"Seorang pemuda muslim yang ingin istiqomah juga perlu sebuah suplemen yaitu ilmu," katanya.

Selain itu berusaha menjadi seorang pribadi sholeh tetapi muslih. Artinya, harus menjadi baik individu untuk dirinya sendiri baru baik untuk orang banyak. Istiqomah pun harus perlu proses tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan.

"Menjadi Pribadi muslim yang Istiqomah perlu sebuah proses yang didahului dengan doa, berusahalah untuk tidak hanya menjadi individu yang sholeh saja tetapi juga muslih," jelas Ustaz Asyur.

Dalam konteks keimanan dan ketaatan sebuah keistiqomahan dapat dijabarkan dengan perbuatan-perbuatan seperti senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT, berusaha konsisten dalam beramal, selalu bertaubat dan mengucapkan istighfar, menargetkan ibadah, selalu introspeksi diri, dan selalu mengingat kematian.

Ustadz Asyur mendefiniskan cinta dalam Islam. Pertama Marhalah Ula yakni cinta kepada Allah swt, Cinta kepada Rasulullah, Cinta kepada Perjuangan Islam. Sedangkan kedua Marhalah Wusta yakni Cinta kepada keluarga, Cinta Kepada harta dan Cinta kepada Tahta.

"Jangan sampai marhalah wusta lebih tinggi dari marhalah ula, sebab bilamana marhalah wusta lebih tinggi maka seorang pemuda muslim akan fokus mengejar hal duniawi ketimbang dengan akhurat yang kekal abadi," terangnya.

Bagi seorang pemuda muslim bahwa cinta kepada Allah ditandai dengan mengagumi, ridho dan pengorbanan.

Ketua KAMMI Komisariat Dewata yakni Muhammad Khairul Fathin mengatakan kajian ini bertujuan mengajak pemuda muslim untuk aktif mengikuti kegiatan kajian di Masjid ketimbang menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang mubazir.

"Tujuan kegiatan ini untuk mengajak seluruh pemuda muslim untuk datang dan aktif mengikuti kajian di Masjid maupun Musholla. Semoga kajian ini dapat bermanfaat dan ilmu yang diperoleh dari pemateri bisa diamalkan dalam kehiduoan sehari-hari," tutupnya. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi