Ingin Moksa, Maha Guru Narayana Urus Izin Bertapa di Hutan

Minggu, 27 Agustus 2017 : 19.53
Maha Guru Aertrya Narayana bertemu petugas kehutanan/foto:istimewa
BULELENG - Keinginan Maha Guru Aertrya Narayana mencapai moksa dengan bertapa di hutan kian kuat sehingga sesuai saran petugas diapun segera mengurus izin untuk pemanfaatan kawasan hutan.

Sebelumnya, Maha Guru pernah dievakuasi sementara dari Hutan Negara, Jumat (18/8/2017) oleh petugas Dinas Kehutanan Bali RTK 4 (Register Tanah Kehutanan), karena belum memiliki izin memasuki kawasan hutan lindung di Desa Tambakan (Puncak Mangu) Kecamatan Kubutambahan.

Belakangan, Maha Guru kembali memasuki kawasan Hutan Negara namun kali ini berada di Desa Pakisan Dusun Mengandang Kecamatan Sawan tepatnya di Goa Panca Pandawa. Tujuanya sama untuk melakukan Pertapaan (Wanaprasta).

Hanya saja, petugas RTK 4 yang datang menemui Maha Guru kali ini, tidak mengevakuasi seperti yang sebelumnya namun petugas Dinas Kehutanan ingin mengetahui aktivitas sebenarnya dari Petapa asal Denpasar itu.

Kedatangan petugas RTK 4 pada Sabtu 26 Agustus bersama masyarakat Dusun Mengandang Desa Pakisan langsung disambut positif dan diterima salah satu Walaka/abdi Maha Guru.

Abdi Maha Guru yang langsung datang dari Denpasar diketahui bernama Wayan Dapet,

Maha Guru menemui petugas di luar Goa Panca Pancawa di bawah lereng Gunung Batu Karu dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Kepada petugas, Maha Guru Narayana mengisahka perjalanan Spiritual yang dilakoni sejak tahun 2005.

Sejumlah lokasi telah dijahjah oleh Maha Huru demi mencapai suatu tujuan ajaran agama Hindhu untuk mencapai Moksa.

Spritual yang dilaksanakan Maha Guru di Dusun Mengandang, Desa Pakisan dapat diterima masyarakat sekitar begitupun sebaliknya Maha Guru dengan senang hati yang sudah dua kali menempati Goa Panca Pendawa yang dinamakannya sendiri berada ditengah Hutan Lindung tersebut.

Salah satu abdi Maha Guru asal Mengandang Nengah Sukada menuturkan dari Goa di Tajun tahun 2015 ditawarkan Wanaprasta di sini. Masyarakat juga menerima Maha Guru dengan baik, hanya saja karena tempatnya sangat jauh sehingga warga tidak bisa dan tidak sembarangan masuk ke lokasi.

"Kalau masalah makan beliau sendiri mencari seperti ubi, pisang dan lainya, paling saya datang kesini satu minggu sekali menjenguk Maha Guru kadang membawakan keperluan yang beliau minta," jelas Sukada kepada petugas.

Selama dalam pertapaan, tidak ada pengikut Maha Guru kecuali dirinya yang sifatnya membantu. Maha Guru juga menyarankan kepada para abdinya, agar tidak memotong kayu, membunuh burung.

"Masyarakat ingin menemui beliau paling hanya minta dilukat, untuk melapor ke desa sudah dilakukan namun belum secara lisan," ucap Sukada.

Rombongan Petugas RTK 4 yang dipimpin Nyoman Sumendra selanjutnya memberikan berbagai penjelasan terkait Maha Guru yang akan melakukan Wanaprasta di hutan negara.

Dia menyarankan kepada Wayan Dapet abdi Maha Guru segera mengurus izin penggunaan kawasan itu sebagai tempat Meditasi Maha Guru,

"Kami menjalankan undang undang kehutanan, bahwa kawasan hutan siapapun orang yang memasuki tanpa ixin dari Pemerintah Kehutanan berhak kami keluarkan sementara waktu," ucap Sumendra.

Mengingat Maha Guru dalam menjalankan Wanaprastanya agar tidak terganggu, pihaknya menyarankan kepada abdinya, Wayan Dapet segera mengurus izin itu ke Provensi.

Untuk sementara kawasan di Mengandang, dinilai cukup aman untuk aktivitas pertapaan Maha Guru, karena juga jauh dari jangkauan masyarakat.

"Untuk sementara kami berikan, senin 28/8/2017 rencananya akan diurus, tetapi jika itu tidak urus ya kami ambil langkah dan jalankan undang-undang Kehutanan," tegas Sumendra.

Diketahui, Wanaprasta yang artinya mengasingkan diri dalam hutan untuk mencapai "Moksatam Jagadita". Abdi Maha Guru dalam negosiasi bersama petugas Kehutanan bersedia mengurus izin-izin yang diperlukan,

"Kami siap senin ini akan segera urus izin tinggal di hutan untuk menjalanakan Wanaprasta beliau, kami urus di Denpasar ke kantor Dinas Kehutanan Denpasar," jelas Dapet. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi