Gelar KBOR, STIKOM Bali Bekali Mahasiswa Manajemen Seni

Jumat, 04 Agustus 2017 : 07.43
DENPASAR - Kegiatan bertajuk "Kebangkitan Budaya dan Olah Raga" (KBOR) yang digelar STIKOM Bali menjadi ajang bagi mahasiswa untuk belajar manajemen seni yang nantinya akan berguna bagi mereka setelah lulus.

Menurut Pembina Yayasan Widya Dharma Santhi (WDS) STIKOM Bali Prof Made Bandem, kegiatan KBOR yang digelar Unit Kegiatan Kampus (UKM) yang menekankan pentingnya mengenal kebudayaan bagi mahasiswa karena itu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Budaya menjadi dasar semua kegiatan masyarakat sehingga mahasiswa diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas seperti dalam UKM yang dalam ajang ini diikuti 15 UKM dari 33 UKM yang ada.

AKtivitas UKM di STIKOM Bali termasuk padat bahkan selama setahun tercatat ada 300 kegiatan atau dalam seharinya selalu ada aktivitas yakni satu setengah kegiatan.

"UKM ini didanai agar mereka bisa melakukan berbagai kegiatan, bahkan nanti dinilai kegiatan mereka diberi award nomor, yang akan diperhitungkan juga untuk menyelesaikan tugas akhir kuliah mereka," tandasnya usai pembukaan KBOR yang dihadiri Ketua STIKOM Bali Dadang Hermawan, Kamis (3/8/2017).

Mahasiswa yang memiliki aktivitas kegiatan intra kampus seperti senat dan UKM, nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaiam selama menmpuh studi.

Bandem menegaskan, pentinganya mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan sepetti di UKM, tak lain sebagai upaya untuk mempersiapkan mahasiswa ketika nantinya terjun menjadi pemimpin di masyarakat.

Kampus tidak hanya menciptakan pekerjsaan namun mereka diberikan pelatihan pembekalan secara kontinu dengan berbagai kegiatan seperti KBOR. Mahasiswa dilatih untuk bisa mengorganisasi sebuah kegiatan, memimpin teman-teman mereka.

Dalam ajang KBOR ini, ada enam kegiatan atau festival yang diikuti para pelajar SMP dan SMA serta masyarakat umum seperti festival barong, yang semua kegiatan tersebut dikerjakan oleh mahasiswa.

Dia mengingatkan, berbicara kesenian tidak hanya soal penampilan di atas panggung semata namun bagaimana mereka juga bisa mengorgansir mulai perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi.

"Kalau mau melatih disiplin maka harus mulai proses lewat kegiatan kesenian ini mulai latihan, promosi sekaligus belajat menjadi manager seni," tandas mantan Rektor ISI Yogyakarta itu,

Pendek kata, dengan dasar budaya dan seni itu nantinya mahasiswa bisa memiliki kemampuan manajemen budaya dan seni di mana pada kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berpartisipasi tetapi bisa ambil bagian perencanaan hingga evaluasi.

"Semua gagasan kegiatan ini muncul dari bawah, mahasiswa juga dilatih untuk manajamen dalam Informasi Teknologi," demikian Bandem. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi