Gandeng Komunitas, Google Ajak Kaum Perempuan Manfaatkan Internet untuk Bisnis

Senin, 14 Agustus 2017 : 23.18
Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utamai dan Head of PUblic Policy and Goverment Relations Shinto Nugroho
NUSA DUA - Pelaku usaha kecil menengah (UKM) dari Kaum perempuan diharapkan bisa memanfaatkan secara optimal teknologi internet yang berkembang demikian pesat seperti dalam sosial media untuk mendukung kegiatan usaha mereka.

Dalam kerangka itulah, Google menggandeng komunitas-komunitas perempuan di Indonesia untuk diberikan pemahaman dan wawasan baru dalam pemanfaatan internet agar bisa lebih bernilai ekonomis atau menghasilkan.

"Ya, kita terus gandeng komunitas, kebayang ga sih, pelaku UKM di Bali yang sudah cukup melek internet, sekarang mereka sudah bisa naik kelas ke level tidak lagi internet untuk keriaan namun menjadi strategis bisnis, ini kan keren banget," tutur Head of Public Policy and Government Relations Google Shinto Nugroho di sela ajang womenwill yang diikuti 1300 peserta pengusaha UKM perempuan di BNCC Badung, Bali, Senin (13/8/2017).

Shinto mengungkapkan, melihat peserta dalam ajang yang pertama kalinya digelar Google di Bali itu, demikian besar peminatnya. Mereka datang dengan berbagai latar belakang, mulai sudah familiar menggunakan internet, punya website hingga online shop.

Sebenarnya, untuk memulai usaha dengan memanfaatkan teknologi internet itu, tidaklah sulit. Terpenting ada kemauan kuat dari pelaku UKM untuk mengenalkan produk atau karya mereka ke pasar lebih luas lagi.

"Caranya gampang, bahkan mereka keluar dari acara sekarang, setelah mendaftar sudah bisa mendapatkan notofikasi dari sini untuk pengembangan usahanya," tandas dia.

Jadi, memang, mau tidak mau para pengusaha UKM ini, harus melek internet, memiliki account sosmed karena nantinya akan berkaitan dengan hal-hal tersebut. Dengan penggunaan internet itu, kata Shinto memberikan dampak signifikan bagi peningkatan penjualan atau pengenalan produk-produk mereka hingga 80 persen.

Selama ini, diakuinya, pemasaran yang lazim dilakukan dari mulut ke mulut. Padahal, saat ini, ketika orang atau pasar meninginginkan produk atau sesuatu, maka yang dilakukan pertama adalah melakukan pencarian di google atau internet atau online.

MIsalnya, ketika akan mempromosikan sambal matah yang enak di Bali, akan menjadi sulit jika tidak bisa menemukan setrategi yang tepat dengan memanfaatkan internet. Dengan penggunaan internet atau secara online itu, barulah orang akan melihat keberadaan usahanya yang terpasang di website atau lainnya.

"Kalau sama sekali tidak menggunakan internet untuk kegiatan usahanya maka akan sulit usahaya ditemukan orang," sambung dia.

Selain bekerja sama dengan komunitas, pihaknya juga menggandeng Pemerintah Daerah setempat untuk bekerja sama pada level next level atau training memberikan pelatihan dan pemahaman pelaku-pelaku UKM.

Selain itu, pihaknya lewat google bisnis bisa diperkuat jaringan bisnis komunitasnya maka diyakini mereka akan bisa tumbuh besar. Mereka bisa saling sharing pengalaman, kemampun prkatis dan kiat-kiat bagaimana sebuah usaha itu dikembangkan.

Dalam kesempatan sama, Head of Marketing, Google Indonesia Veronica Utami menambahkan, bahwa kaum perempuan tentunya mereka telah familiar dengan bisnis penjualan berbasis internet seperti e-commrece, website.

Pihaknya membantu mengenalkan secara mudah bagaimana memanfatkan website sehingga bisa membantu menjual mengelkan produk kepada masyarakat konsumen.

Di pihak lain, dalam keterangan tertulisnya, Managing Director Google Indonesia Tony Keusgen menuturkan, setelah belum lama ini menggulirkan Gapura atau gerakan pelatihan usaha rakyat di enam kota di Tanah Air, Google mulai rangkai program pelatihan untuk pelaku UKM di Bali 12 Agustus 2017.

Bekerja sama dengan co-working spakce kumpul sebagai tempat kegiatan. program ini menjanjikan kemampuan pelaku UKM di Bali dalam mengembangkan bisnisnua melalui dunia digital.

"Melalui program Gapura, Google berkomitmen dalam membantu UKM di Bali untuk membawa usaha mereka ke ranah digital dan membantu Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," demikian Tony. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi