Didampingi HAMI Bersatu, Putu Nova Tegaskan Bukan Advokat Bodong

Kamis, 03 Agustus 2017 : 00.30
Putu Nova bersama jajaran DPD HAMI Bersatu Bali berikan klarifikasi 
DENPASAR - Merasa terusik dengan pemberitaan adanya pihak yang mempersoalkan pengambilan sumpah sebagai advokat karena dirinya dituding advokat bodong membuat Putu Nova Chirst Andika Graha Parwata angkat bicara membantah semua tudingan tersebut.

Didampingi jajaran pengurus DPD Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bersatu Bali seperti Agustinus Nahak dan Yanuar Nahak, Nova merasa perlu memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang dinilai merugikan namanya sebagai advokat muda.

"Kami siap buktikan, bahwa saya bukan advokat bodong," tegasnya kepada wartawan di Denpasar, Rabu (2/8/2017).

Menurutnya, acara pengambilan sumpah dilakukan Pengadilan Tinggi (PT) Bali sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Pengadilan Tinggi tidak mungkin mengambil sumpah calon advokat jika persyaratannya tidak terpenuhi sama sekali.

"Tentu saja merasa dirugikan, pasca pemberitaan ini, nama saya tercemar apalagi di media, jaman tekonolgi seperti sekarang, "katanya. Karena itu, Nova memandang perlu, melakukan klarifikasi agar masyarakat mengetahui secara jelas bahwa dirinya bukanlah advokat bodong seperti yang dituduhkan.

Sebagai advokat muda, dia sudah mengetahui dan tidak mungkin akan mempertaruhkan profesi. Advokat tidak mungkin melanggar hukum, UU atau hal-hal lainnya yang dilarang.

Senada dengan itu, Yanuar dari HAMI Bali Bersatu yang mendampingi Nova menegaskan secara organisasi perlu turut memberikan klarifikasi karena Nova sebagai sebagai HAMI Bersatu.

"Kami tegaskan, bahwa Putu Nova bukan advokat bodong, yang bersangkutan diangkat sudah sesuai UU Advokat dalam Pasal 2 mengatur bahwa yang disumpah adalah calon advokat dari sarjana hukum, mengikuti pendidikan advokat, sudah magang dan membuat laporan magang, berdomisili sesuai dalam hal ini di Bali," tegasnya.

Semua persyaratan itu, telah dipenuhi oleh yang bersangkutan yang menempuh pendidikan S1 Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta sehingga memenuhi syarakat untuk dilakukan pengambilan sumpah.

Karena ber-KTP dan domisi di Bali, maka sesuai persyaratan pengambilan sumpahnya dilakukan tempat domisili. Selain itu, pengambilan sumpah tersebut juga sudah mendapat surat persetujuan dari DPP KAI Pusat di Jakarta.

Jadi, semua proses pengambilan sumpah advokat dilakukan terbuka tidak ada yang ditutup-tutupi.

"Klarifikasi ini dilakukan supaya media tahu dan masyarakat umum mengetahui dan yang bersangkutan tidak lagi dirugikan sebagai advokat pemula, kalau terus dibicarakan, kan tidak baik juga," demikian Yanuar.

Sebelumnya, Senin (31/7/2017) Ketua Peradi Denpasar I Wayan Purwita dan beberapa pengurus lainnya mendatangi Kepala Pengadilan Tinggi PT Bali Ketut Gede meminta klarifikasi terkait pengambilan sumpah Nova yang merupakan anak Ketua DPRD Badung I Putu Parwata.

Dari dokumen didapat, Nova sebelumnya mengikuti magang sebagai advokat pada kantor pengacara Herman Kadir & Partners yang beralamat di Jl. K.H. Abdul Sjafi’I Gudang Peluru Blok A No 17 Tebet, Jakarta Selatan, sejak 15 Mei 2014 hingga saat ini berdasar surat keterangan magang yang ditandatangani Herman Kadir, SH., M.Hum tertanggal 23 Mei 2017. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi