Ada Kampung Bali dan 100 Ribu Pemeluk Hindu di China

Sabtu, 12 Agustus 2017 : 09.08
Konjen RRC Hu Yinquan temui sejumlah tokoh PHDI Bali/foto:istimewa
DENPASAR - Konsul Jenderal RRC (Republik Rakyat Cina) Hu Yinquan menyampaikan ada hubungan dan keterkaitan sejarah budaya antara China dengan Bali dan Indonesia umumnya bahkan di Provinsi Hainan terdapat Kampung Bali.

Hal itu disampaikan Yinquan didampingi Wakil Konsul Qin Weifen saat menemui sejumlah tokoh dan pengurus di Kantor PHDI Bali, Jumat (11/8/2017). Rombongan pejabat RRC itu diterima Dharma Upapati Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari, Ketua PHDI Prof Dr IGN Sudiana, M.Si dan Sekretaris Putu Wirata Dwikora.

Kunjungan Konsul guna bersilaturahmi, serta menawarkan kerjasama dengan generasi muda, mengingat antara Tiongkok dengan Indonesia dan Bali khususnya, terdapat benang kultural yang sangat erat.

Diantaranya, dalam arsitektur Bali, budaya bahkan agama, yang menampakkan kuatnya akulturasi dan pencerapan budaya Cina di masyarakat Bali.

"Kunjungan juga dimaksudkan saling bertukar informasi, mengingat beberapa tahun belakangan ini semakin banyak kunjungan turis Cina ke Bali," ujar Sekretaris PHDI Putu Wirata dalam keterangannya kepada media.

Bila sampai tahun terakhir sudah tercatat kunjungannya 750.000 wisatawan per tahun dan ke depan akan ditingkatkan sampai 1,5 juta per tahun.

Dalam kesempatan itu, Hu Yinquan mengatakan, selama bertugas di Bali, merasa nyaman oleh keramahtamahan masyarakat, keindahan alam dan budayanya, serta kemiripan budaya dalam beberapa hal dengan budaya Cina.

Dia menyatakan, Bali belum banyak pramuwisata bisa berbahasa Mandarin, sebaliknya pramuwisata wisatawan Cina tidak memahami etika dan budaya lokal, sehingga kadang-kadang terjadi kendala.

Untuk itu, Pemerintah Cina melalui Konjen RRC menawarkan kursus gratis Bahasa Mandarin, dengan menyiapkan akomodasi dan guru Bahasa selama di Cina. Sementara tiket dan konsumsi diharapkan bisa difasilitasi pihak di Bali, bisa saja Pemerintah Daerah atau pemangku kepentingan lainnya.

Bila pramuwisata berbahasa Mandarin bisa ditingkatkan dari generasi muda orang Bali sendiri, maka pramuwisata Cina bisa mendapat informasi yang lebih tepat tentang budaya Bali.

Dalam dialog berlangsung sangat akrab, Konjen Hu Yinquan menginformasikan di RRC ada sekitar 100 ribu pemeluk agama Hindu, dan di suatu provinsi bahkan ada komunitas Hindu dari Bali yang terus menerus melestarikan kebudayaan Bali dengan penuh sukacita.

"Pemerintah Cina juga sedang membangun Taman Budaya Tradisional Bali di Kota Quanzhou, suatu provinsi bagian Selatan RRC," katanya Dalam peresmiannya nanti akan mengundang Pemerintah Provinsi Bali untuk mengirimkan delegasi keseniannya dalam seremoni itu.

Diinformasikan juga semua elemen bangsa Cina dari berbagai suku, agama dan budaya, termasuk dari suku Bali hidup rukun tanpa konflik yang berarti. Di Cina juga ada Kampung Bali di Provinsi Hainan, yang pasti sangat menarik karena kekhasannya serta akulturasi budayanya dengan kultur Cina.

Ketua PHDI Sudiana menyambut baik tawaran itu, dan segera menindaklanjutinya setelah ada surat resmi dari Pemerintah RRC dan segera menginformasikannya kepada generasi muda Bali.

Dengan jutaan kunjungan per tahun, pasti dibutuhkan lebih banyak pramuwisata Bali yang bisa berbahasa Mandarin.

"PHDI ikut dengan pemangku kepentingan lain, sudah menyiapkan serta melatih 10.000 pramuwisata berbahasa Mandarin, untuk melayani wisatawan Cina yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dan mungkin jumlah itu belum cukup," demikian Sudiana. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi