Tim Ekspedisi Gunung Kinibalu Berhasil Kibarkan Merah Putih di Malaysia

Rabu, 05 Juli 2017 : 12.45
JAKARTA - Pramuka bersama aktivis pecinta alam dan lingkungan yang tergabung dalam Vanaprastha yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Kinibalu berhasil mengibarkan sang saka Merah Putih di puncak Gunung Kinabalu, Malaysia .

Di puncak gunung dengan ketinggian 4.095,2 meter di atas permukaan laut (mdpl), dikibarkan Merah Putih, Selasa (4/7/2017) pukul 02.30 waktu setempat.

Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Kominfo, Sari Madjid mengatakan, tim ekspedisi berjumlah 22 orang ini berangkat pada 2 Juli 2017 dan berhasil mencapai puncak pada Selasa (4/7) dini hari.

"Alhamdulillah rombongan berhasil mencapai puncak dan mengibarkan bendera Merah Putih dan Pramuka pada Selasa dini hari tadi. Sekarang sedang dalam perjalanan kembali turun," ujar Sari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/7/2017)

Diketahui, pendakian tim Pramuka dan Vanaprastha ke Kinabalu baru kali pertama. Dipilihnya Kinabalu karena Gunung ini punya destinasi wisata yang dikenal di dunia dengan sistem pengaturan serta pengamanan rapi dan terukur, sehingga menarik wisatawan luar.

Kata dia, di gunung itu, penataannya sangat bagus dan sudah menjadi destinasi dunia, bisa membangun hostel dan juga fasilitas untuk pendaki di ketinggian 3300 mdpl. "Ini juga untuk mempelajari bagaimana gunung di Indonesia bisa menjadi destinasi dunia," jelasnya.

Salah satu Pramuka yang ikut dalam tim ekspedisi Kinabalu Karunia Perdana Syafelindo, mengaku bangga bisa mencapai puncak gunung tertinggi di Asia Tenggara bahkan mengibarkan bendera Merah Putih serta bendera Pramuka.

Tidaklah mudah bisa mencapai puncak Tidak mudah untuk bisa sampai ke puncak, butuh stamina yang kuat dan perlengkapan yang memadai karena Kinabalu masuk salah satu gunung tertinggi di dunia.

Bersyukur ia bersama Pramuka lain sudah kerap melakukan pendakian, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Ia pun menceritakan halangan yang kerap terjadi saat mendaki.

"Badai atau cuaca ekstrem adalah salah satu halangan yang sering kita jumpai saat mendaki. Kalau kita tidak bisa antisipasi, kecelakaan bisa saja terjadi, hanyut diterjang badai," jelasnya.

Untungnya dalam pendakian tidak ada halangan berat dialami seluruh tim meski harus merasakan suhu sangat dingin bahkan minus. Jika pendaki tidak kuat, bisa saja mereka terserang penyakit dan harus dievakuasi. Suhu dingin juga terkadang membuat orang berhalusinasi.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka yang juga Ketua Dewan Pembina Vanaprastha, Adhyaksa Dault menjelaskan, agenda tersebut merupakan agenda rutin setiap tahun. Ekspedisi ini, jelas dia, bukan sekadar mendaki gunung, melainkan juga promosi Indonesia.

"Kita juga promosi Indonesia pada puncak-puncak dunia," imbuh pria yang sudah mendaki puluhan gunung ini. (des)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi