Sri Langka Belajar Sanitasi Berbasis Masyarakat di Tabanan

Jumat, 14 Juli 2017 : 13.55
Rombongan asal Sri Langka belajar sanitasi berbasis masyarakat di Tabanan
TABANAN - Setelah Papua Nugini Program Penyediaan air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) juga menarik negara asing lainnya yakni Sri Langka. Rombongan tamu Sri Langka diterima Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa diterima di Balai Pertemuan Desa Peken Belayu .

Rombongan Integrated Training Network (AIT Network) bekerja sama dengan Water Supply And Sanitation Improvement Projeck (WaSSIP) Minestry of City Planning Sri Langka mengagendakan kunjungan lapangan ke Sanimas KSM Widya Karya Br. Peken Belayu Marga, Pamsimas Desa Tegal jadi Marga dan terakhir di Sanimas KSM Inah Lestari di Br. Tunggal Sari Dauh Peken Tabanan.

Pimpinan rombongan Negara Sri Langka N.U.K Ranatunga mengatakan orang Indonesia sangat ramah dan baik hati dan dia juga mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang sangat meriah.

"Kami sangat senang dan merasa terhormat karena kedatangan kami diterima oleh pak sekda yang mewakili Bupati Tabanan, ditengah kesibukan beliau," ujar Ranatunga, Jum'at (14/7/2017).

Tujuan kedatangannya adalah untuk belajar, berbagi pengalaman bagaimana pengelolaan air minum dan sanitasi masyarakat, sehingga permasalahan di Sri Langka seperti buang air sembarangan bisa teratasi.

Sebelumnya Prebekel Desa Peken Belayu mengatakan merasa bangga atas kunjungan rombongan dari Negara Sri Langka.

"Kami ucapkan selamat datang di desa peken belayu dan kebanggaan bagi bisa menerima kunjungan dari Negara Sri Langka untuk belajar dan berbagi pengalaman tentang pengelolaan air dan sanitasi masyarakat," ujarnya.

Bupati Tabanan dalam sambutan dibacakan Sekda I Nyoman Wirna Ariwangsa mengatakan, "Tabanan telah mengikuti program pamsimas mulai dari program pamsimas II, dan merupakan satu-satunya kabupaten di Bali yang memanfaatkan program pamsimas".

Program Sanimas dan Pamsimas dilaksanakan dengan proses pemberdayaan masyarakat untuk menumbuhkan prakarsa, inisiatif dan partisipasi aktif masyarakat dalam memutuskan, merencanakan, menyiapkan, melaksanakan, mengoperasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun, serta melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat.

"Dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku sehingga sangat dibutuhkan peran serta aktif masyarakat untuk kesuksesan program ini," tegas wirna.

Terbangunnya sistem sanitasi komunal melalui program sanimas dan sistem penyediaan air minum pedesaan melalui program pamsimas, diharapkan mampu meningkatkan target capaian air minum dan sanitasi masyarakat sehingga dapat mendukung pencapaian akses universal nasional.

Kata dia, keberlanjutan sangat penting untuk dilaksanakan sehingga permasalahan air minum dan sanitasi dapat dituntaskan, dan saya berharap kunjungan studi banding ini dapat menjadi ajang tukar ilmu dan pengalaman dalam rangka memenuhi akses air minum dan sanitasi di masyarakat yang pada nantinya dapat mendukung demi terwujudnya Tabanan Serasi, sejahtera, aman dan berprestasi. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi