Sampah Plastik Ancam Kelangsungan Hidup Ikan Paus di Laut

Selasa, 11 Juli 2017 : 06.41
ilustrasi/net
DENPASAR - Koordinator Kota Earth Hour Denpasar Andri Purba mengungkapkan ikan paus dilindungi karena speciesnya saat ini mulai terancam akibat sampah plastik yang dibuang hingga ke laut.

Dijelaskannya, satwa jinak dan bersahabat dengan manusia ternyata tidak memiliki taring seperti hiu pada umunya. Andri membawakan materi Konservasi Spesies Hiu Paus beserta tantangannya dan Kampanye Beli yang Baik.

Menurutnya, satwa hius paus (nama lokal gurano bintang) patut untuk dilindungi. Hiu Paus dilindungi karena speciesnya saat ini mulai terancam. Satwa yang sangat jinak dan bersahabat dengan manusia ternyata tidak memiliki taring seperti hiu pada umunya.

Hiu paus mengambil makanan dengan cara membuka dan menutup mulutnya layaknya mesin penghisap.

"Hanya saja karena satwa ini tidak bisa membedakan antara sampah dan plankton maka cepat sekali satwa ini mati," ujar Andri dalam kegiatan  digelar Komunitas 60+ Earth Hour Denpasar (EH) bertajuk Kumbang (kumpul belajar bareng) 2017 baru-baru ini.

Secara tidak langsung manusia membunuh satwa betotol ini karena sampah plastik yang dibuang dan mengalir begitu saja ke laut.

"Untuk melalui kegiatan Kumbang 2017, sebagai edukasi masyarakat yang ada di lingkungannya masing-masing untuk mengurangi sampah plastik yang secara tidak langsung mempengaruhi kepunahan hiu paus," tegasnya.

Materi Kampanye Beli yang baik, Andri mengajak para pengurus dan relawan Earth Hour Denpasar untuk menjadi green consumer dengan cara membawa botol minuman (tumbler) ketika bepergian.

Juga, menggunakan alat transportasi publik, beralih ke makanan yang cara pengolahannya tidak merusak lingkungan, menghemat pemakaian listrik, membawa tas belanja dari kain saat pergi belanja ke pasar tradisional atau Supermarket, dan masih banyak lagi.

Kegiatan Kumbang 2017 juga diisi rapat evaluasi kegiatan Earth Hour yang telah berjalan dan akan dilakukan.

Kegitan digelar 8-9 Juli 2017 di D’Abode Villa Jalan Pengembak No 42, Sanur, Denpasar dihadiri 20 peserta dari pengurus dan para relawan Komunitas 60+ Earth Hour Denpasar. Berbagai materi berkaitan konservasi lingkungan disampaikan.

Ketua Kegiatan acara Kumbang 2017 Sutan Tantowi Dermawan memaparkan materi organisasi WWF dan kegiatan konservasi yang dilakukan selama ini.

Materinya didapat saat mengikuti agenda Kumbang Nasional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sutan juga menjelaskan crative campaign yang dilakukan WWF dalam mengankat isu-isu lingkungan yang hangat di masyarakat. (gek)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi