Presiden Jokowi Tak Akan Biarkan Ormas yang Ingin Ubah Pancasila

Senin, 17 Juli 2017 : 07.20
Presiden Joko Widodo di acara pembukaan Akademi Bela Negara Partai NasDem/ foto:setkab
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya tidak akan membiarkan segala macam upaya dari individu, ormas dan pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lainnya.

"Kalau ada yang masih ingin menolak Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dan mengganti pandangan negara dengan ideologi yang lain, apakah akan kita biarkan? Saya sampaikan, tidak!," tegas Presiden di Jakarta. Minggu (16/7/2017).

Dia mengingatkan, adanya sejumlah ancaman terhadap kebangsaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menyebutkan, karakter ancaman itu bisa berupa ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya.

"Pemerintah tidak akan tinggal diam apabila terjadi upaya-upaya yang dapat merusak dan meruntuhkan demokrasi NKRI," tegas dia pada pembukaan pendidikan Akademi Bela Negara Partai NasDem.

Pasalnya, pemerintah menyadari keberagaman dan ideologi Pancasila yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah anugerah yang harus terus dijaga dan dipelihara. Untuk itu, pemerintah akan terus berupaya mengawasi dan mengendalikan segala ancaman dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi negara.

"Kita tidak akan membiarkan, baik itu ormas, individu, yang menyalahgunakan kebebasan yang telah diberikan. Negara harus berani mengendalikan dan mengontrol karena memang adalah fungsi negara," sambung Jokowi dinukil laman setkab.go.id.

Ditegaskannya, pemerintah, memberikan ruang kepada masyarakat yang menentang produk hukum pemerintah. Ruang tersebut berupa jalur hukum yang diberikan pemerintah sebagai negara hukum.

Bagi yang tidak setuju dengan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dipersilakan menempuh jalur hukum. "Kita negara hukum. Kita beri ruang pada yang tidak setuju. Tempuh jalur hukum. Lewat jalur hukum," tuturnya.

Pendek kata, pemerintah ingin negara ini tetap utuh. Negara, tidak bisa dirongrong masa depannya, dirongrong kewibawaannya. "Kita tidak ingin ada yang rongrong NKRI kita," demikian Jokowi menegaskan. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi