Polda Bali Tetapkan Yonda Tersangka Kasus Reklamasi Tanjung Benoa

Rabu, 05 Juli 2017 : 20.22
Made Wijaya
DENPASAR - Tim Penyidik Polda Bali telah menetapkan Bendesa Adat Tanjung Benoa Made Wijaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan reklamasi di Pantai Barat Kelurahan Tanjung Benoa Kabupaten Badung.

"Iya, betul. sudah sebagai tersangka kasus reklamasi," ujar Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja kepada wartawan, Rabu (5/7/2017). Penetapan Yonda sebagai tersangka setelah penyidik memeriksa terhadap sejumlah saksi dan melakukan pendalaman kasusnya .

Selain itu, penyidik juga telah melayangkan surat pemanggilan terhadap wakil rakyat di Badung itu guna diperiksa sebagai tersangka. "Nanti tanggal 11 Juli akan diperiksa," kata Hengky menambahkan.

Untuk itu, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Bali akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Yonda, terkait kasus dugaan reklamasi liar yang dilaporkan Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali.

Disinggung soal penahanan terhadap tersangka, Hengky menegaskan, seseorang akan ditahan, jika akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, merusak TKP dan mengulangi perbuatannya.

"Sekarang, yang bersangkutan diperiksa saja belum, kok bicara soal ditahan," sergah Hengky. Sebuah sumber di lingkungan Polda Bali menyatakan, penetapan Yonda sebagai tersangka sudah dilakukan bulan Juni lalu setelah memeriksa sedikitnya 5 orang saksi.

Sebenarnya, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Yonda. Hanya saja, saat ini, dia berhalangan hadir karena ada kegiatan dewan. "Surat tidak memenuhi panggilan penyidik ini diantar oleh pengacaranya ke Polda, karena ada kegiatan di DPRD Badung," imbuh sumber tadi.

Diberitakan, kasusnya bermula dari temuan pihak Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali adanya reklamasi terselubung di pesisir barat pantai Tanjung Benoa. FPM Bali melaporkan kasusnya ke Polda Bali Karena kawasan tersebut merupakan lahan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) I Gusti Ngurah Rai.

Dalam hal ini, FPM melaporkan Yonda selaku Bendesa Adat Tanjung Benoa yang diduga terlibat pembabatan hutan bakau sebagai akses jalan kendaraan proyek menuju pantai. Polisi telah melakukan penyelidikan selama 4 bulan sebelum menetapkan tersangka.

Terkait penetapan sebagai tersangka, sampai saat ini belum diperoleh konfirmasi dari anggota DPRD Badung tersebut. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi