Pesona Wisata Foto Selfie di Hutan Wanagiri Buleleng

Minggu, 09 Juli 2017 : 00.00
Wisata Foto Selfie dengan latar belakang pemandangan alam cukup menawan di Wanagiri Buleleng
BULELENG - Bagi wisatawan yang hobi berselfie ria tentu tak ingin melewatkan momen penting dan berharga jika berkunjung ke kawasan hutan Desa Wanagiri Kecamatan Buleleng.

Di kawasan ini, mereka bisa menikmati eloknya pemandangan nan sejuk berada di ketinggian dengan wisata foto selfie di kawasan hutan milik negara itu. Obyek Wisata foto Selfi Desa Wanagiri Kecamatan Sukasada Buleleng, Bali. Obyek berada di kawasan milik Perhutani.

Masyarakat setempat sebelumnya, banyak mengabadikan wilayah tersebut. Disamping lokasi sangat curam juga berdekatan dua danau yaitu Danau Tamblingan dan Buyan. Meski sebelumnya, kawasan itu tidak ada yang melirik karena nyaris menjadi tempat pembuangan sampah dan sejenisnya.

Kini, masyarakat mampu menyulapnya menjadi Obyek wisata foto Selfi yang bisa ditermukan sepanjang kawasan hutan lindung yang dikenal sampai mancanegara.

Dengan menjamurnya Wisata Foto Selfi di kawasan hutan lindung itu, tak lepas keinginan masyarakat untuk berswadaya melestarikan dan menjaga hutan seperti menanami pepohonan.

Munculnya Wisata Selfi atas dasar keinginan masyarakat untuk mengelola kawasan itu yang sebelumnya mereka bingung mencari lapangan pekerjaan.

Rencana pemanfaatan hutan itu telah dikordinasikan ke BKSDA guna memohon memberikan kebijakan meski baru disampaikan secara lisan oleh Made Mastra selaku kepala seksi BKSDA Buleleng.

Hanya saja, belakangan masyarakat cemas karena kabarnya lokasi foto selfie akan dibersihkan.

Jika kawasan itu nantinya ditertibkan atau disterilkan kembali oleh Kehutanan, dalam hal ini BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Provensi Bali, maka dampak dari itu masyarakat Wanagiri akan kehilangan lapangan pekerjaan, karena obyek tersebut sudah ada kerjasamanya dengan Desa Adat.

Masyarakat menuntut agar tempat Obyek Wisata yang sudah dibangun itu, diperjuangkan jika itu akan dibongkar, mereka mengkahwatirkan kehilangan pekerjaan.

Nanti akan kami adakan paruman kembali membahas masalah ini dari BKSDA akan kami undang segera, karena masyarakat kami menuntut agar tempat itu tidak dibongkar.

"Kalau tahu secara aturan sudah melanggar, tapi mestinya dari awal diawasi mereka agar tak membangun Obyek Wisata. Misalnya itu benar terjadi dibongkar silahkan dari BKSDA membongkar sendiri jangan masyarakat yang dilibatkan," ucap Dewa Made Merta.

Klian Adat Pakraman Wanagiri Dewa Made Merta juga berharap pemerintah agar membantu menyelesaikan polemik di Obyek Wisata Foto Selfi di Wanagiri.

Wakil ketua II DPRD Kabupaten Buleleng Made Adi Purna Wijaya mengatakan terkait menjamurnya Obyek Wisata Wanagiri yang menggunakan lahan kehutanan mestinya sebelum diberikan membangun obyek wisata pemerintah Kabupaten dan Provensi tanggap dari awal.

Jangan sampai itu disalahgunakan, tapi kalau itu menguntungkan pemerintah dan ada PADnya masuk nanti akan dibahas segera di DPRD lewat komisi II dan IV. "Apalagi itu untuk promosikan daerah, pasti akan membawa peluang positif bagi masyarakat disana," tegas Adi

Salah satu perwakilan kelompok pengelola Wisata Foto Selfi Ketut Ardika Yasa selaku pencetus awal ide foto selfi Desa Wanagiri, sangat keberatan jika hal itu ditertibkan kembali menjadi daerah kawasan yang tak tertata kelola.

"Mari duduk bersama, kalau akan ditiadakan ayo semua dibongkar dari timur dan barat biar rata dan tidak ada lagi pro kontra, kami sadar ini memang melanggar dan lokasi ini milik kehutanan tapi solusinya apa jika sekarang ini dilarang kemana masyarakat kami akan mencari lapangan pekerjaan," ucap Ardika bernada tanya.

Jika nantinya dari BKSDA Provinsi Bali mau mengelola sendiri atau kerjasama dengan adat, Lokasi itu akan ia serahkan bersama kelompok yang kini sudah ada kerjasamanya dengan adat Wanagiri.

Selama ini menurutnya masyarakat Wanagiri sudah diuntungkan dengan adanya Wisata Foto Selfi di Dususn Yeh Ketipat dan Asah Panji yang sudah ada kebijakan dari adat setempat. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi