OJK: Perkuat Institusi Keuangan Hadapi Perubahan Ekonomi Global

Kamis, 13 Juli 2017 : 20.58
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad memimpin konferensi pers di sela seminar di Nusa Dua
NUSA DUA - Dalam menghadapi perubahan cepat terhadap situasi ekonomi global Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berusaha terus memperkuat dan menjaga stabilitas sistem keuangan di Tanah Air dan kawasan.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, dalam kondisi seperti ini diperlukan kebijakan dan perangkat regulasi yang komprehensif.

Selain itu prilaku pelaku industri keuangan yang lebih terukur dalam mengambil resiko agar sistem keuangan dan perekonomian tetap resilient dalam mengantisipasi gejolak yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Dengan demikian, Inovasi menjadi hal penting dan OJK harus mendorong pengembangan hal ini dalam teknologi keuangan.

"Harus fokus memperkuat institusi keuangan untuk menjamin stabilitas, lebih kreatif dan inovatif sesuai konteks Indonesia serta cocok dengan Indonesia," ujar Muliaman kepada wartawan usai pembukaan seminar internasional OJK-ADB 'Navigating Financial Stability in an Evolving Global Economic System' di Nusa Dua, Kamis (13/7/2017).

Dalam kesempatan itu, Muliaman didampingi Distinguished Fellow of Asia Global Institute The University of Hong Kong Adrew Sheng, Director General Asian Development Bank Ramesh Subramaniam dan Wakil Ketua Dewan komisioner OJK Rahmat Waluyanto.

Guna membentuk industri keuangan yang stabil bukan tugas yang mudah. Ada sejumlah tantangan yang dihadapi. Untuk itu kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional seperti ADB, IMF dan negara-negara lain perlu terus dilakukan.

"Perlu ada kebijakan-kebijakan khusus dan mendalam terkait fintech," ujarnya. Selain memperkuat institusi keuangan dan upaya kreatif inovatif, OJK juga lebih fokus terhadap upaya mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka akses keuangan kepada masyarakat untuk menghadapi dinamika ekonomi global itu," imbuhnya.

Sementara Director General Asian Development Bank Ramesh Subramaniam mengatakan kerja sama OJK-ADB agar terus dilanjutkan karena tantangan ke depan masih terus terjadi. Ia memuji Indonesia sebagai negara yang punya kontribusi besar saat ini.

Pada kesempatan sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto saat membuka seminar internasional OJK-ADB mengatakan diperlukan pemahaman yang holisttik mengenai kondisi lingkungan yang sedang terjadi, potensi resiko yang berkembang, serta kebutuhan dari industry keuangan.

Kata dia, kesiapan menghadapi krisis bukanlah proses sekali waktu, melainkan perjalanan yang tidak pernah berakhir. Satu dasa warsa sejak berawalnya krisis keuangan global, telah banyak perkembangan dalam sistem perekonomian dan keuangan dunia yang terjadi selama kurun waktu tersebut.

Beragam inisiatif tetah ditempuh untuk nenanggulangi dampak krisis serta memperkuat sistem keuangan global, mulai dari program stimulus di berbagai negara yang ditujukan untuk mendorong kegiatan ekonomi hingga reformasi sistem keuangan global secara masif yang dipelopori oleh negara-negara G 20.

Seminar internasional yang digelar bersama Bank Pembangunan Asia (ADB) itu OJK mengajak para pelaku, regulator dan praktisi ekonomi dan keuangan nasional dan mancanegara untuk mendiskusikan upaya dalam menghadapi tantangan mewujudkan stabilitas sistem keuangan.

Wewujudkan stabilitas sistem keuangan sangat penting di tengah situasi perubahan ekonomi global saat ini yang berkembang cepat, lengkap dengan perubahan di dalamnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi