Masyarakat Dukung Pembangunan SMP Negeri Baru di Buleleng

Minggu, 02 Juli 2017 : 07.00
Ratusan pelajar memati SMP 2 Singaraja melhat pengumuman penerimaan siswa baru  
BULELENG - Berbagai kalangan mendukung rencana pembangunan SMP Negeri baru di Singaraja, Buleleng Bali menyusul kian banyaknya lulusan SD yang tidak tertampung di SMP Negeri.

Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Gede Wisnaya bersama wakil rakyat lainnya Ni Kadek Turkuni dan Nyoman Gede Wandira Adi mendukung pembangunan gedung SMP No 8 Singaraja.

Dewan menilai, pembangunan SMPN yang baru bisa menjawab masalah pendidikan di sejumlah desa yang selama ini, masih terkendala lokasi sekolah yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka.

Kepala Desa Pemaron Putu Mertayasa mengatakan, terkait Penlok Penetapan Lokasi SMP No 8 Singaraja ada penolakan warga jika berlokasi di BLK Desa Kalibukbuk jln Hotel Damai.

"Kami tidak setuju karena lokasi itu sangat lah jauh dari desa Pemaron kemudian para siswa akan menemuh jarak 7 km," katanya dihubungi akhir pekan ini.

Menurutnta, lokasi paling ideal SMP No 8 itu sebaiknya berada di Desa Anturan atau Tukad Mungga sehingga keempat desa siswanya bisa di akomodir termasuk desa Kayuputih dan Tegalinggah.

Diakuinya, jika lokasinya dipaksakan di Desa Kalibukbuk, maka warga pemaron paling dirugikan mengingat jarak ke Kalibukbuk sangat jauh tergolong jauh hingga 7 km. Jadi pendirian SMP baru ini, tidak menjawab permasalahan warga di Pemaron.

"Jika warga Desa Tegalinggah mau direkrut kan lebih jauh nanti mereka bersekolah, kami berharap lokasinya ada ditengah-tengah lah antara desa Tukad Mungga atau Anturan," harap dia.

Pihaknya akan berjuang bersama empat kepala desa, agar lokasi SMP No 8 Singaraja bisa strategis dan mudah dijangkau para siswa yang akan mengenyam pendidikan tingkat menangah bahkan iapun meminta untuk mengkaji ulang lokasi SMP No 8 itu.

"Bila perlu kami akan bersurat sama pak bupati biar lokasi SMP No 8 ada ditengah-tengah dan strategis," imbuhnya. Salah satu alternatif dihasilkan para kades dan wakil rakyat guna mengakomodir sekitar 400 siswa dari 4 desa di Kecamatan Buleleng dengan cara mendirikan sekolah baru.

Tentu harapan masyarakat dengan aturan PPDB zona lingkungan yang baru diterapkan, nantinya akan bisa menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik di tahun ajaran 2017/2018.

Pertemuan membahasa masalah penerimana siswa baru di SMP Singaraja 
Mengatasi kegelisahan pelajar dan orang tua di empat desa tersebut, digelar rapat dengar pendapat yang dilaksanakan di Restauran Bintang Bali Lovina akhir pekan lalu.

Intinya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng segera membangun gedung sekolah baru SMP No 8 Singaraja di Desa Kalibukbuk dengan penerimaan siswa sekitar 155 Calon siswa SMP akan Ikuti Proses Belajar di SDN 4 Kalibukbuk.

Sedangkan penanganan jangka pendek, nantinya ratusan siswa tamatan SD ( Sekolah Dasar) dari keempat desa tersebut jika saat pengumuman penerimaan siswa baru tidak diterima di sekolah-sekolah yang selama ini menjadi tujuan mereka, maka selanjutnya pelajar tersebut akan ditampung untuk sementara di SDN 4 Kalibukbuk sebelum gedung baru dibangun.

Disdikpora Buleleng mencatat ada 464 lulusan SD yang akan melamar ke SMP berasal dari empat Desa. Dari pemetaan data Disdikpora mereka yang melamar di SMP 2 Singaraja berjumlah 191 siswa, SMP 4 Singaraja berjumlah 182 siswa, SMP 6 Singaraja berjumlah 91.

Setelah data itu dikonversi terkait nama dan pilihan sekolah 1, 2 dan 3 didapat 146 siswa dengan nama dan pilihan yang sama. Dikonversi ada 164 siswa. Jadi, yang kita temukan tidak sama berjumlah 318 siswa. Sebanyak 318 lulusan inilah yang belum mendapatkan sekolah.

Berdasarkan kesepakatan Disdikpora dengan empat Kepala Desa calon siswa yang akan di terima berjumlah 155 sebagai siswa SMPN 8 Singaraja. Dari survey dan kesepakatan itu untuk sementara lokasi belajar siswa di SD No 4 Kalibukbuk tepatnya didepan Kantor Kepala Desa Kalibukbuk Jln. Raya Anturan Kalibukbuk.

Kadisdikpora juga meminta bantuan kepada empat Kepala Desa untuk melakukan sosialisasi kepada pelajar dan orang tua di wilayah Desa masing-masing.

"Khusus untuk empat Perbekel, kami harapkan menyampaikan solusi itu kepada masyarakat di wilayahnya. Kalau hasil komunikasi dengan bupati, prinsipnya beliau menyetujui pendirian SMPN 8 Singaraja agar seluruh siswa di Buleleng bisa bersekolah," imbuhnya.

Sebelumnya, ratusan orang tua dan calon siswa baru memadati halaman SMP No. 2 Singaraja, karena mereka melihat papan pengumuman yang di tempel didepan kantor sekolah. Penerimaan calon siswa baru lewat aturan PPDB zona lingkungan di SMP No.2 Singaraja, berjalan sangat aman dan lancar, Sabtu,(1/7/2017). (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi